WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

» » Ini Alasan Bawaslu Bubarkan Paksa Puluhan Kali Kampanye

Pasundanradio.com - Paslon yang akan berlaga di pilkada 2020 banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Ratusan laporan yang diterima Bawaslu terkait pelanggaran protokol kesehatan. Ini terjadi karena masih banyak dari mereka yang melakukan kampanye dengan metode pertemuan terbatas.

Hal ini disampaikan oleh anggota Bawaslu R I, Fritz Edward Siregar, usai melaksanakan peresmian kantor Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi (PPID) Bawaslu Kabupaten Cianjur, Senin (19/10/2020).

"Pada 10 hari pertama kami menerima ada 237 laporan terkait pelanggaran protokol kesehatan dan 10 hari kedua ada 375," kata Fritz.

Meski sebelumnya mereka telah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama KPU sebagai penyelenggara pemilu untuk memperhatikan protokol kesehatan namun paslon tetap saja melakukan pelanggaran. Bawaslu juga telah mengeluarkan surat peringatan tertulis seluruh Indonesia di 10 hari pertama sebanyak 70 dan 10 hari kedua ada 233 dan ada peningkatan sebanyak 163.

"Pihaknya juga telah melakukan pembubaran kampanye ada 48 dan 10 hari kedua ada 35," jelasnya.

Diungkapkannya bahwa pertemuan tatap muka secara nasional merupakan yang paling banyak di lakukan oleh para paslon. Adapun pelanggaran pada kampanye pertemuan terbatas di 10 hari pertama berjumlah 9189 dan di 10 hari berikutnya berjumlah 16468. 

"Kampanye daring masih jarang dilakukan oleh para paslon dan lebih banyak dengan melakukan pertemuan terbatas sambil membagikan alat peraga kampanye," ungkapnya.

Selain menyoroti pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan paslon, bawaslu juga menemukan pelanggaran lainnya yaitu terkait penggunaan media sosial. Terkait netralitas ASN pun dijadikan perhatian bawaslu dimana ada 217 dugaan pelanggaran di berbagai daerah. 

"Bawaslu juga memiliki tim siber dimana mereka memantau dan mengawasi berbagai macam informasi di media sosial. Apabila itu dilakukan oleh akun resmi maka akan diteruskan ke sentra gakumdu. Dan apabila dilakukan oleh bukan akun resmu maka akan dilaporkan ke tim siber," tandasnya.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post