WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

» » Sosialisasi Pra Redistribusi Hak Guna Usaha PT. Maskapai Perkebunan Moelia

Pasundanradio.com - Plt Bupati Herman Suherman bersama unsur muspida  melaksanakan sosialisasi pra redistribusi sebagian hak guna usaha terhadap warga calon penerima Redis di Caffe Kopi Puri Batulawang Rt.01/08 Ds.Batulawang Kec. Cipanas Kab.Cianjur, Jum'at (07/02/2020).

Dalam  kunjungan kerja di wilayah PT Maskapai Perkebunan Moelia (MPM) yang berada di tiga wilayah kecamatan tepatnya wilayah Desa Cibadak Kec. Sukaresmi, Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet dan Desa Batulawang Kec. Cipanas.

Plt Bupati mengatakan bahwa pemerintah memberikan lahan semata-mata ingin lahan tersebut menjadi produktif, dengan lahan yg sudah dilegalkan maka tentunya  para petani aman tidak ada rasa takut di usik orang lain.

“Dua minggu lalu saya diundang oleh pak Menteri Agraria di Jakarta, terkait permasalahan yg ada diperkebunan PT. MPM, dan membawa aspirasi masyarakat yang ada di perkebunan PT. MPM. Saya memberikan masukan kepada Menteri dan mendapat respon baik dari Pak Menteri” kata Plt. Bupati

Terkait jalan Puncak dua yg saat ini kondisinya sangat kecil dan memperihatinkan, saya akan memperbaikinya di tahun ini. 

"Kami menyiapkan anggaran 12 Milyar, dan kami akan perbesar jalan tersebut dengan lebar 30 meter karena Jalan yang ideal  menjadi syarat mutlak bagi  peningkatkan ekonomi,” ungkapnya

Plt Bupati berharap para petani bisa menerima lahan dengan luas yang layak.

Sementara itu Mamad Nano selaku Kadis Pertanian, Perkebunan dan Holtikultura Kab. Cianjur menjelaskan, ada 1700 orang dari tiga wilayah desa dan kecamatan. Sesuai program Pemerintah Derah Cianjur, pihaknya akan membentuk Gapoktan dan koperasi yang diawali dengan melakukan pendataan yang perlu dikeluarkannya untuk kompensasi. 

Selain itu juga pihaknya akan menyiapakan tempat Pecking House, membangun pertanian yang modern, dan apabila para petani sudah membentuk kelompok maka akan dikucurkan dana dari kementerian, kemudian akan didampingi oleh tim penyuluh mulai dari cocok tanam panen bahkan sampai penjualan.

Disisi lain Anthoni Tarigan, selaku kepala ATR/BPN Kab Cianjur mengatakan bahwa pihaknya sudah dua kali ke desa itu, kami sudah melaporkan kepada BPN serta diteruskan kepada Menteri, sesuai dengan peraturan agraria bahwa konpensasi 20 persen.

H.Endang Sahril, perwakilan tokoh masyarakat, menyampaikan terimakasihnya yang sudah memberikan pemahaman, agar tidak ada permasalahan di kemudian hari.

"Alhamdulillah karena permasalahan ini sudah sangat lama, dan saat ini sudah ada titik terang semoga proses/ tahapan demi tahapannya nanti akan diberikan kemudahan," ungkapnya


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post