WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

» » Pelaku Penipuan berkedok Wedding Organizer Lewat Medsos Diamankan

Pasundanradio.com - Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cianjur, AKP Niki Ramdhani, melaksanakan press release terkait penipuan berkedok wedding organizer (WO), Kamis (20/02/2020). Dalam releasenya jajaran polres berhasil mengamankan BJM (27), pemilik wedding organizer HL Cianjur, Selasa (18/2/2020) dini hari. BJM diamankan tim khusus di suatu lokasi di wilayah Kabupaten Cianjur atas dugaan penipuan terhadap puluhan pasangan calon pengantin.

”Alhamdulillah kita amankan tersangka. Tetapi dalam hal ini kami masih melakukan pendalaman kami masih melakukan penyelidikan lebih dalam siapa-siapa aja yang terlibat siapa-siapa saja yang terkait dengan perkara ini," kata Niki.

Dijelaskannya tersangka melakukan perbuatan tersebut dengan dalih mencari keuntungan lebih. Dari tersangka polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen WO, transaksi keuangan, dan Screenshot isi percakapan dengan klien dan satu buah hp. 

"Kondisi pelaku sehat, tetapi sedang hamil tua, dan akan segera melahirkan dalam beberapa hari ke depan," jelasnya.

Adapun penipuan ini belangsung dengan cara pelaku menawarkan jasa wedding organizer melalui akun Instagram @highlevel .
 berita dekor dan catering. Untuk lebih menggiurkan calon pasangan, pelaku memberikan tawaran diskon 20%. Akhirnya puluhan korban tergiur dan mentransfer sejumlah uang. Tapi nyatanya tidak ada realisasi bahkan tidak ada kabar.

Beberapa korban akhirnya membuat alporan ke pihak kepolisian. Salah satunya Gelar Jagat Raya. Dia melayangkan laporan pada Minggu 16 Februari 2020. Pelpor selanjutnya yaitu Meta Hanindita. Mereka melaporkan bahwa telah terjadi penipuan oleh pelaku  dengan modus wedding organizer.

Para korban mengaku dirugikan secara materiil dan imateril. Pesanan paket resepsi yang ditawarkan tersangka ternyata tidak terbukti. Akibatnya, mereka harus menanggung malu karena momen sakral yang seharusnya berlangsung istimewa dan mengesankan itu terpaksa digelar seadanya.

Pemilik WO, inisial BJM (27), disinyalir telah meraup ratusan juta rupiah dari para korban. Para korban mengaku telah menyetor Rp 15 juta sampai Rp 120 juta.

Dari kasus tersebut tersangka dijerat pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dengan Ancaman hukuman 4 tahun penjara.


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post