WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

» » Polres Cianjur Tangkap Para Pelaku Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur

Pasundanradio.com - Satreskrim Polres Cianjur mengungkap beberapa kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Beberapa tersangka berhasil dibekuk antara lain berinisial MAS, NO, S, AS, JR, AH, SA, R, AR. 

Wakapolres Cianjur Kompol Jaka Mulyana didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Niki Ramdhany, Kapolsek Naringu Iptu Mardi, Paur Humas Polres Cianjur Ipda Budi Setiayuda, dan Kabid Pelayanan Rehab Dinas Sosial Agus Supiandi, mengatakan kasus ini merupakan yang serius.

"Tersangka ditangkap dari bulan Mei 2019 Sampai Bulan Desember 2019. Selain itu juga ada tersangka terbaru beinisial SA yang membawa kabur anak dibwah umur yang selama 4 tahun yang sekarang ini mengandung 9 bulan," kata Wakapokres Cianjur, ketika melaksanakan press release di Mapolres, Selasa (28/01/2020).

Ditambahkannya, semua korban merupakan anak perempuan dibawah umur berinisial AS(17), NS(17), TNS(9), DF(13), A(16), SN(16), HNI(6), R(16), SA(15).

Khusus kasus penculikan anak yang terjadi di Naringgul mendapat perhatian besar dimana tersangka selain melakukan penculikan juga diduga melakukan asusila.

Adapun kronologi kasus penculikan anak di Naringgul yaitu pada hari Sabtu (20/02/2016) pukul 17.00 WIB terangka S menelpon bapak korban SA (11), yang saat itu masih duduk di SD kelas 2, untuk memijit badan tersangka. Tanpa merasa curiga orang tuanya mengijinkan karena sebelumnya tersangka sudah 4 kali memijit badan. Namun setelah itu tersangka dan beserta korban tidak kembali. 

Selanjutnya pada Hari Selasa tanggal (23/02/2016) pukul 14.10 WIB, otng tua korban melaporkan perkaranya ke Polsek Naringgul Polres Cianjur. Selama 4 tahun didalam pelarian tersangka berpindah-pindah tempat ke Garut dan Bandung.

Dan pada hari Kamis (23/01/2020) sekira pukul 13.00 WIB, mendapat laporan dari masyarakat tentang keberadaannya tersangka yang hidup dalam satu rumah tanpa diketahui pernikahan dengan korban dimana saat ini sedang mengandung 9 bulan.

Akibat perbuatannya tersangka akan dikenakan pasal pasal 332 ayat (1)(2)(3) KUHP dengan ancaman pidana penjara 7 s.d. 9 tahun juga pasal 81 ayat (2) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Diancam dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 60.000.000 dan paling banyak Rp. 300.000.000.

Untuk para korban saat ini ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cianjur.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post