WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Tidak Ada Perhatian Pemkab, Orang Tua Bingung Sekolahkan Anaknya

Pasundanradio.com - Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) sayangkan Pemkab Cianjur yang tidak memperhatikan siswa-siswi yang berkebutuhan khusus. Mereka tutup mata padahal keberadaan kaum disabilitas sebagai bagian dari masyarakat. Hingga saat ini tidak ada perhatian dari pemkab Cianjur terhadap mereka.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala SLB Sukanagara Agus Mulyawan. Menurutnya fasilitas pendidikan sekolah bagi mereka sangat kurang. Lain halnya dengan kota-kota terdekat seperti Sukabumi. Sebagai bentuk perhatian Pemkab Sukabumi dengan mendirikan bangunan sekolah.

"Di Kabupaten Cianjur sendiri baru 3 persen yang mengenyam pendidikan di SLB. Sementara 97 persen anak-anak disabilitas atau berkebutuhan khusus itu tersebar di beberapa sekolah umum yang tidak layak dan tidak bermutu," kata Agus belum lama ini.

Dirinya menegaskan bagaimana pun juga Undang-Undang mengatakan bahwa setiap warga negara termasuk kaum disabilitas memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak dan bermutu. Pemkab Cianjur harusnya membuka mata dengan keberadaan mereka.

Untuk jumlah anak berkebutuhan khusus di suatu tempat, lanjutnya ada teori dari UNICEF mengatakan disuatu populasi penduduk ada 5-6 persen yang mengalami cacat dari usia 0-70 tahun. Bila diestimasikan 15 persen diantaranya cacat dan harus sekolah di SLB. Ketika SLB harus ada dimana maka disetiap kecamatan harus ada SLB karena sudah dipastikan ada anak yang berkebutuhan khusus. 

Dirinya mengungkapkan kalau di Cianjur sangat tertinggal dengan kota lain. Dicontohkan juga dengan kota lainnya yaitu Sumedang. Sebagai bentuk perhatian dari pemkab setempat memiliki 43 SLB. Hal ini membuat para orang tua yang berada di puluhan kecamatan di Cianjur merasa kesulitan untuk menyekolahkan anak mereka.

"Cianjur cukup banyak yang berkebutuhan khusus. Banyak orang tua yang bingung karena tidak ada sekolah bagi anak-anak mereka sehingga dibiatkan begitu saja. Dari 32 kecamatan yang ada di Cianjur hanya ada 8 SLB itupun berada di 7 Kecamatan. Sisanya yaitu 25 kecamatan belum ada sama sekali," jelasnya.

Dirinya berharap Pemkab Cianjur untuk memberikan perhatian kepada mereka. Padahal diantara mereka ada anak yang mengharumkan nama Cianjur. Selama ini mereka (Pemkab) penanganan SLB ada di Provinsi padahal mereka juga memiliki hak untuk diperhatikan untuk hidup di daerahnya. 

"Ini seharusnya menjadi perhatian akan dikemanakan mereka. Cianjur sendiri di tingkat Jawa Barat sangat tertinggal. Bila bicara HAM ini merupakan pelanggaran," ucapnya.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post