WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Capai Kedaulatan Pangan di Hari Pangan se Dunia

Pasundanradio.com - Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, membuka acara Peringatan Pangan se Dunia, Selasa (26/7) di Bale Rancage. Kegiatan tersebut dihadiri, perwakilan BKPD Prov. Jabar, Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin, Kepala Dewan Ketahanan Pangan, Yanto, Kepala OPD, Para Camat, serta para pelaku usaha.

Dalam sambutannya bupati menyampaikan keinginannya kedepan menjadi Kota Wisata Pangan Dunia. Ini disampaikannya karena Cianjur selain mempunyai beras pandan wangi yang tidak dipunyai daerah lainnya juga punya wisata yang mendunia yakni Situs Gunung Padang serta banyak lagi pendukung khas Cianjur, dari sumberdaya alam hayati, hewani dan lain sebagainya.

"Cianjur harus kompak, bersatu padu terutama mengevaluasi kebijakan dan program ketahanan pangan, serta merumuskan strategi pemerintah kabupaten dalam upaya meningkatkan produksi pangan melalui perlindungan dan pengelolaan lahan, pengembangan pangan lokal, serta dalam penyediaan gizi," ucapnya.

Dijelaskannya pangan memiliki peran dan fungsi vital bagi bangsa dan negara Indonesia. Kedaulatan pangan juga menjadi prioritas dalam strategi pembangunan nasional yaitu menekankan tercapainya kedaulatan pangan lewat pembangunan sektor-sektor unggulan dan menjadi salah satu poin dari sembilan agenda prioritas (nawa cita) yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Melalui visi pemerintahan baru yaitu mewujudkan Cianjur lebih maju dan agamis, diharapkan mampu mengakselerasi tercapainya kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan di Cianjur. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur menghadapi permasalahan pangan, salah satunya yaitu masalah pemanfaatan sumber pangan yang belum optimal yang berimbas pada rendahnya kualitas konsumsi pangan masyarakat.

Beradasarkan data BPS, selama 4 tahun terakhir skor pola pangan harapan (PPH) yang menggambarkan kualitas konsumsi suatu daerah pada waktu tertentu, masih dibawah rata-rata provisi jawa barat bahkan nasional. Hal ini menggambarkan adanya ketidak seimbangan dalam pola konsumsi sumber pangan dan tingkat ketergantungan terhadap salah satu sumber pangan cukup tinggi.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post