WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Pemberian Ijin Iklan Rokok Hal Yang Ngaco

Pasundanradio.com - Hanya berselang satu tahun, kini pemerintah kabupaten Cianjur akan mengijinkan iklan rokok kembali dipasang di Canjur. Pemkab Cianjur berdalih untuk meningkatkan pajak dari iklan rokok yang mengalami penurunan terhadap pendapatan aali daerah (PAD).

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin, belum lama ini. Menurutnya pemberian ijin ini untuk meningkatkan kembali PAD yang sempat merosot tahun lalu. "Larangan pemasangan reklame rokok membuat PAD pajak dari reklame menurun drastis. Jadi kami akan kembali mengizinkan," kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin.

Setelah tahun lalu pemasangan iklan rokok dilarang kini pemkab memberikan "kebebasan" terhadap rokok untuk kembali dipasang. Mungkin sangat aneh karena kita tahu bahwa rokok merupakan pembunuh manusia. Dengan pemberian ijin iklan rokok tersebut akan banyak lagi warga yang "menderita" karena racun baik yang sihisap mauipun yang dikeluarkan.

Oting berkilah dengan adanya larangan iklan rokok  tahun lalu bahwa PAD tahun mengalami penurunan lebih dari 50 persen. "Adanya larangan iklan rokok di Cianjur, pendapatan asli dari pajak reklame tahun lalu hanya Rp1 miliar dari target Rp4 miliar," tuturnya.

Sementara itu Lina, salah seorang ibu rumah tangga yang merupakan warga Jalan Pangeran Hidayatulloh, menuturkan bahwa ini merupakan kemunduran. Betapa tidak, lanjutnya, kalau ini dilaksanakan maka akan banyak lagi warga yang baik dewasa, remaja maupun anak-anak yang mengisapnya.

"Jangan katena PAD turun menghalalkan segala cara termasuk mengijinkan kembali iklan rokok dipasang. Ini kan suatu kemunduran karena sesuatu yang tidak ada manfaatnya sama sekali bagi masyarakat justru didukung. Malah memberikan contoh yang tidak baik bagi remaja dan anak-anak. Inikan ngaco," tegasnya.

Dirinya berharap pemerintah kabuipaten mencari solusi lain untuk meningkatkan PAD. Jangan sampai banyak korban khususnya generasi penerus dicekoki hal yang tidak bermanfaat. "Saya yakin masih ada sumber-sumber lain yang bisa meningkatkan PAD, asal pihak Pemkab mau berusaha. Jangan mengambil jalan pintas dengan mengijinkan hal yang negatif. Karena itu merugikan banyak masyarakat," jelasnya. (f)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post