WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Kotoran Kerbau Untuk DPRD

Pasundanradio.com - Ratusan warga Haurwangi kembali melakukan aksi demo. Kali ini mereka mendatangi gedung DPRD Cianjur di Jalan KH. Abdullah Bin Nuh. Ratusan warga tersebut sudah merasa kesal dengan pihak  PT. QL Agrofood, yang mana perusahaan peternakan tersebut telah menyalahi perijinan dari penetasan telur menjadi peternakan.

Sambil berorasi secara bergantian mereka meminta para wakil rakyat untuk menindak tegas perusahaan tersebut. Bersama dengan para mahasiswa berpendapat bahwa berdasarkan Undang-Undang RI No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan hasil penelitian dilapangan selama satu tahun, bahwa PT. QL Agrofood yang berada di Kecamaran Haurwangi terbukti melakukan pelangaran berupa perusakan lingkungan.

"Terbukti bahwa PT. QL telah melakukan pengrusakan lingkungan berupa pencemaran baik air, udara maupun tanah. Selain itu peternakan tersebut tidak memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air  Limbah, red) sehingga kotoran tersebut berdampak pada kesehatan warga terlebih anak-anak antara lain mengalami penyakit iritasi saluran pernafasan (ISPA) dan yang lainnya," ucap Galih Widya Swara dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Cianjur (KAM-C), Senin (1/6/15).

Massa yang telah beberapa kali melakukan aksi demo, namun PT. QL seolah tidak pernah bergeming sedikitpun. Mereka menuduk bahwa ada mafia yang melindungi perusahaan itu.

"Upaya penyelesaian telah dilakukan antara lain dengan melibatkan eksekutif maupun legislatif tapi tidak ada hasil nyata. Malah oknum DPRD diduga terindikasi suap dengan menerima gratifikasi senilai Rp150juta, dari perusahaan," jelasnya.

Warga pun ikut dalam orasi secara bergantian, diantaranya Ibu Neng, yang  merupakan warga Haurwangi. Orasi dengan penuh emosi menuntut anggota Dewan untuk berani menutup PT. QL, secepatnya.

"Kami meminta kepada dewan untuk segera menutup PT. QL karena sangat merugikan masyarakat sekitar. Kalau dewan tidak bisa melakukan penutupan terhadap PT. QL, maka masyarakatlah yang akan melakukan penutupan gimanapun caranya," teriaknya. 

Ratusan massa yang yang datang dengan menggunakan kendaraan angkot dan juga roda dua terus melakukan orasi dengan pengawalan dari ratusan petugas kepolisian.

Saking jengkelnya, massa yang sudah beberapa kali demo dan tidak ada tanggapan dari pejabat Cianjur, membawa kotoran kerbau dan sapi dalam karung dan membuangnya ke pelataran pintu masuk ruangan dewan. Tak ayal para petugas kepolisian pun bubar karena bau.

Akhirnya massa pendemo di persilahkan untuk masuk oleh pihak dewan untuk melakukan dialog. Dari hasil dialog akhirnya massa merasa lega karena pihak dewan menyetujui dan menandatangani surat serta bersedia untuk menindak PT. QL, yang telah membuat masyarakat Haurwangi menderita. (FI)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post