WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Pesta Miras Usai, Tiga Pemuda Meninggal

Pasundanradio.com - Tiga dari enam orang pemuda asal kampung Cibodas Desa Karangwangi Kecamatan Ciranjang meninggal dunia, sedangkan 3 pemuda lainnya mengalami keracunan akibat menenggak miras oplosan. Keenam pemuda tersebut tergiur dengan harga miras oplosan yang murah yang dijajakan di warung pinggiran.

Doni Sunarya (31) yang merupakan salah satu korban meninggal dunia, sempat menjalani perawatan oleh tim medis RSUD Cianjur. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong karena terlalu banyak menenggak miras oplosan tersebut.

Berdasarkan keterangan dari salah seorang korban selamat yaitu Ridwan Taufik (19), sebelum kejadian tersebut pada hari Jumat (1/4/15) siang, mereka mengenggelar pesta miras oplosan dengan membeli 4 botol wisky yang dicampur dengan minuman penambah stamina dari salah satu warung jamu di Cipeuyeum.

Dianggap masih kurang dan belum merasakan efek dari minuma tersebut, mereka kembali membeli 4 botol miras oplosan. "Waktu itu kami minum dari siang sampai malam. Jumlahnya sampai 8 botol miras." Demikian yang dikatakan oleh Ridwan, salah seorang yang selamat dalam pesta miras.

Dirinya mengungkapkan bahwa mereka kerap membeli miras di tempat tersebut karena harganya yang sangat murah dibandingkan di tempat lain. "Kami sering beli disitu, teman yang lain juga. Harganya memang sangat murah dibanding yang lain. Kalau satu motol miras biasa dijual seharga Rp120 ribu, di warung jamu tersebut hanya Rp39 ribu saja," ucapnya.

Meski dijual dengan harga yang sangat murah, dirinya tidak merasa curiga. Saat itu mereka tidak merasakan efeknya namun hari berikutnya Ridwan dan kawan lainnya mulai merasakan effek dari miras oplosan. Dimana nyawa tiga temannya tidak tertolong. 

Selain Doni Sunarya (31) korban lainnya yang meninggal bernama Dogol (22) dan Atep (24). Sedangkan tiga korban selamat ialah Ridwan, Jeka, dan Nyanyang. Karena kondisinya dianggap telah membaik, Nyanyang dan jeka dipulangkan oleh RSUD Cianjur.

Meski nyawanya selamat, Ridwan masih dirawat di rumah sakit karena masih mengalami mual dan juga mengalami rabun. "Sedikit buram kalau melihat, perut juga masih mual," katanya.

Setelah melakukan pemeriksaan pada Doni yang merupakan salah satu korban meninggal, TIm Forensik RSUD Cianjur melalui petugas forensik RSUD Cianjur, Sony Irawan, menjelaskan, para korban mengalami keracunan akibat alkohol. Sehingga daya tahan tubuh semakin melemah. "Dari diagnosa dokter korban mengalami intoksikasi alkohol," jelasnya.

Pihak keluarga korban juga menolak saat tim forensik akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk memastikan kandungan dari moras oplosan tersebut. "Saat kami akan lakukan visum luar, keluarga langsung menolak dengan alasan akan segera menguburkan korban," tandasnya. (FI)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post