WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » TKI Asal Cianjur Disiksa Hingga Mengalami Pecah Ginjal

Pasundanradio.com - Kembali Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cianjur, menjadi korban penyiksaan majikan. Kali ini menimpa Siti Fatonah, TKI asal Kampung Pasirbadak RT 06/03, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Saat ini Siti dirawat di RSUD Cianjur karena didiagnosa mengalami pecah ginjal. Korban diduga mendapat penyiksaan dari majikannya selama bekerja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Berdasarkan informasi, Siti berangkat menjadi TKI sekitar 2013 melalui PT. Putra Timur Mandiri, yang beralamat di Jalan Raya Batu Kampar 3 Nomor 11 RT 06/03, Jakarta Timur. Selama hampir tujuh bulan bekerja, Siti mulai tak betah. Dikabarkan karena sering disiksa majikan perempuannya. Siti sempat mengabarkan kondisinya ke pihak sponsor dan perusahaan. Namun pihak agen di Abu Dhabi terkesan membiarkannya.

"Siti malahan dimarahi oleh agen di sana karena melaporkan kondisinya ke pihak sponsor dan perusahaan. Dan setelah itu, Siti dilarang berkomunikasi dengan siapapun." Demikian yang dikatakan oleh Agus Suherman, Paralegal TKI asal Cianjur, saat dihubungi telepon seluler, kemarin.

Mendapat penyiksaan darinpihak majikan membuat kondisi kesehatan Siti pun makin menurun. Dia mengalami sakit tanpa pernah memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit. "Boro-boro untuk berobat ke dokter atau rumah sakit, yang ada Siti mengaku setiap hari mendapatkan penyiksaan fisik," jelas Agus.

Siti akhirnya dipulangkan ke Indonesia pekan lalu. Dan selama hampir 1,5 tahun, Siti tak pernah berkomunikasi dengan keluarganya. "Selama itu juga, dugaan penyiksaan terhadap Siti seolah menjadi santapan sehari-hari," tutur Agus.

Sangat disayangkan, lanjut Agus, saat mengetahui kondisi Siti yang terdiagnosa mengalami pecah ginjal, pihak perusahaan malah menyarankan menggunakan BPJS. "Kami tahu Siti mengalami pecah ginjal setelah diperiksa di sebuah klinik di Kecamatan Cibeber. Siti akhirnya dirujuk untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Biaya perawatannya menggunakan SKTM. Untungnya, selama bekerja gaji yang diterima lancar," ucapnya.

Agus mengaku sudah melaporkan kasus tersebut ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trasmigrasi. Dia berharap agar pemerintah juga bisa ikut memerhatikan kondisi Siti. "Laporannya baru secara lisan.Tapi dalam waktu dekat akan kami laporkan secara formal," tegasnya. (FI)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post