WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Dinsosnakertrans Cianjur Mengancam Stop Rekomendasi PT. Putra Timur Mandiri

Pasundanradio.com - Terkait dengan kekerasan yang dialami oleh Siti Fatonah, TKW asal Kampung Pasirbadak RT 06/03, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur mengancam tidak akan memberikan rekomendasi kepada penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI), PT Putra Timur Mandiri, apabila perusahaan tersebut tidak bertanggungjawab.

Dinsosnakertrans Cianjur telah berkoordinasi dengan kementerian tenaga kerja dan BNP2TKI untuk menghentikan rekomendasi penyalur TKI tersebut. "Terkait dengan penyiksaan terhadap TKI asal Cianjur di Arab Saudi, kita masih melakukan pengembangan dan koordinasi dengan kementerian tenaga kerja dan BNP2TKI, dan mendesak perusahaan untuk bertanggungjawab." Demikian yang dikatakan oleh Kabid Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, Sunardi, beberapa hari lalu.

Dikatakan Sunardi, pihak perusahaan penyalur TKI itu tidak mau bertanggungjawab, karena mereka menilai asuransi yang dimiliki korban sudah tidak berlaku. "Mau bagaimanapun perusahaan harus tetap bertanggungjawab, meskipun asuransi yang dimiliki korban sudah habis kontraknya," ucapnya.

Berdasarkan informasi, Siti berangkat menjadi TKI sekitar 2013 melalui PT. Putra Timur Mandiri, yang beralamat di Jalan Raya Batu Kampar 3 Nomor 11 RT 06/03, Jakarta Timur. Siti merasa tidak betah, karena sering disiksa majikan perempuannya. Siti sempat mengabarkan kondisinya ke pihak sponsor dan perusahaan. Namun pihak agen di Abu Dhabi terkesan membiarkannya.

"Siti malahan dimarahi oleh agen di sana karena melaporkan kondisinya ke pihak sponsor dan perusahaan. Dan setelah itu, Siti dilarang berkomunikasi dengan siapapun." Demikian yang dikatakan oleh Agus Suherman, Paralegal TKI asal Cianjur.

Siti akhirnya dipulangkan ke Indonesia pekan lalu. Dan selama hampir 1,5 tahun, Siti tak pernah berkomunikasi dengan keluarganya. "Selama itu juga, dugaan penyiksaan terhadap Siti seolah menjadi santapan sehari-hari," tutur Agus. (FI)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post