WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Walhi Cianjur : Seharusnya Pemkab Tindak Tegas, Yang Pasang Paku Di Pohon

Pasundanradio.com - Selain mengganggu keindahan, pemasangan spanduk, baligo serta yang sejenisnya pada pohon dibahu jalan juga dapat merusak pada pohon tersebut. Terlebih apabila pemasangannya dilakukan dengan cara di paku. Banyak pihak  yang memanfaatkan pohon sebagai sandaran bagi pemasangan atribut. Mereka dengan seenaknya memasang meski larangan tentang pamasangan tersebut telah lama ada. Namun hal tersebut selalu saja dilakukan secara berulang.

Terkait hal tersebut penggiat lingkungan hidup kabupaten Cianjur mengecam pihak-pihak yang memasang spanduk, baligo, dan sejenis dengan seenaknya, dimana mereka hanya peduli dengan dirinya sendiri. "Hal ini membuktikan bahwa masih banyak pihak yang hanya berpikir keuntungan untuk diri sendiri dan kelompoknya, tanpa melihat sisi lingkungan hidup." Demikian yang dikatakan oleh Eko Wiwied, dari Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) Cianjur, Selasa (31/3/15).

Eko menambahkan, saat ini masyarakat sedang menggalakan pengghijauan, namun disisi lain ada pihak tertentu yang justru memanfaatkannya tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan. "Kita sedang menggalakan penghijauan atau penyelamatan lingkungan, salah satunya mengamankan pohon-pohon yang memang menjadi pelindung kepentingan umum seperti halnya hutan kota dan pohon-pohon pelindung yang ada di sepanjang bahu jalan," jelasnya.

Agenda penghijauan ini sudah ada instruksi dari president kepada seluruh aparatur pemerintahan dan lembaga-lembaga diberbagai lapisan untuk melakukan penanaman pohon. "Semetara itu, banyak pohon pelindung seperti di pohon hutan kota dan pohon pelindung yang berada di bahu jalan mejadi objek media promosi dan publikasi oleh pihak tertentu dan juga berbagai jenis perusahaan," ucapnya.

Ditegaskan Eko, seharunya pihak pemerintah berani tegas dan mau menindak kepada pelanggar yang pemasangan atribut sebagai media promosi di pohon-pohon tanpa pandang bulu. "Apapun alasan nya, pohon bukan untuk di paku dan di buat media promosi atau media menepelkan iklan," tegas Eko. (FI)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post