WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Akibat Menjamutnya Toko Modern, 50 Persen Grosir, Gulung Tikar

Pasundanradio.com - Menjamurnya toko modern di Kabupaten Cianjur berdampak negatif bagi usaha yang sudah ada sebelumnya. Dampak tersebut terasa kepada usaha warung, toko kecil maupun grosir yang berukuran kecil. Hal ini dapat memicu persaingan dan berakibat mematikan bagi usaha yang bermodalkan kecil. Keberadaan toko modern ini tidak terlepas dari tidak cetmatnya pihak terkait dalam pemberian ijin untuk mendirikan toko modern di suatu wilayah.

Dalam beberapa tahun belakangan, keberadaan toko modern ini berekspansi menjankau ke desa-desa. Secara pelan, hal ini membuat pedagang warung dan juga grosir di pasar rakyat menjadi tidak berdaya. "Dengan menjamurnya pasar modern, hampir 50 persen grosir di pasar rakyat gulung tikar." Demikian yang dikatakan oleh Himam Haris, selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur.

Di tahun 2013 saja, ada sekitar 23 izin baru untuk toko modern, dan di 2014 sedikitnya ada 45 izin toko modern baru. Disperindag mengaku belum mendapatkan jumlah yang pasti, berapa banyak yang masih bertahan. "Kami masih mendata berapa banyak pedagang grosir yang ada," tambah Himam.

Himam menjelaskan, gulung tikarnya grosir-grosir ini karena mereka kehilangan pembeli. Dimana biasanya para pembeli mendatangi warung, kini beralih ke toko modern. Ditambah lagi barang yang dibutuhkan sudah di drop oleh minimarket. "Saat ini sudah mulai terjadi, dimana minimarket juga mendrop," jelasnya.

Meski sudah ada aturan yang mengatur tentang pembatasan jumlah pasar modern namun itu hanya bersifat himbaun. Para pengusaha toko modern biasanya hanya mengantongi surat ijin dari lingkungan setempat. Padahal, sebelum mereka membangun toko modern pun, selain Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), harus ada kajian ekonomi, layak atau tidaknya toko modern tersebut didirikan. (FI)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post