WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Kemenag Cianjur di Demo, Tuntut Bongkar Pungli Sertifikasi

Pasundanradio.com - Sejumlah masyarakat yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Cianjur (AMPC) sekitar pukul 10.30 wib, mendatangi kantor Dartemen Agama Kabupaten Cianjur di jalan Raya Bandung-Cianjur (Sadewata), Rabu, (23/9/14). Kedatangan mereka terkait dengan berbagai persoalan yang ada hubungannya dengan pelayanan masyarakat dimana disinyalir ada penyelewengan dana yang dilakukan oleh oknum di kantor tersebut.

Adapun tuntutan mereka antara lain yaitu, kemenag harus berani memecat oknum yang diindikasikan melakukan pungutan liar dalam bidang sertifikasi. " Kami menuntut kepada kemenag kabupaten Cianjur untuk membongkar kasus pungutan liar sertifikasi dan tunjangan fungsional di Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (MAPENDA) dimana ada oknum yang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap guru madrasah peserta sertifikasi dengan besaran Rp2 juta-Rp2,5 juta dan tunjangan fungsional." Demikian yang dikatakan oleh Rival, selaku Ketua Umum Aliansi Masyarakat Peduli Cianjur (AMPC).

Selain itu juga, mereka meminta kepada pihak kemenag untuk transparan dalam hal sertifikasi, dimana setiap guru agama, ustads dan ulama akan disertifikasi. "Namun pada kenyataannya tidak seperti itu, dan hanya orang-orang tertentu saja yang disertifikasi," tambahnya.

Sementara itu pimpinan dari kemenag sendiri tidak dapat hadir dan diwakili oleh Kepala Seksi Penyelenggara Syariah Oja Haerul Syam. Dirinya berjanji akan menyampaikan kepada pimpinan dan berjanji akan menindak tegas apabila memang terbukti ada yang bersalah. "Saya akan sampaikan tuntutan ini dan apabila memang terbukti ada yang melakukan pungli dalam hal sertifikasi, nantinya akan di tindak," ujarnya.

Setelah diterima oleh pihak kemenag, mereka akan tetap mengikuti perkembangan berkaitan dengan persoalan tersebut dan mereka berjanji akan datang kembali dengan massa yang lebih banyak apabila pihak kemenag kabupaten Cianjur tidak serius dalam menangani persolan tersebut. Aksi yang hanya berjalan sekitar 30 menit akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (FI)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post