WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Pemkab Cianjur Berkeinginan Membuat Desa Mandiri Energi

Pasundanradio.com - Masih banyaknya wilayah di kabupaten Cianjur yang belum tersentuh oleh aliran listrik membuat pemkab berfikir untuk memanfaatkan energi lain guna dimanfaatkan bagi masyarakat. Antara lain yaitu dengan pemanfaatan limbah, air dan sinar matahari.

Gagasan untuk memanfaatkan sumber daya alam (SDA) akan digunakan sebagai energi terbarukan. Dan ini mendorong terbentuknya desa mandiri energi. Gagasan tersebut sangat mungkin terealisasi dimana hampir setiap desa memiliki sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan menjadi energi.

Guna terwujudnya sumber energi bagi masyarakat desa, pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) dalam hal ini Bidang Sumber Daya Alam Teknologi Tepat Guna Kabupaten Cianjur, telah melakukan survey ke beberapa wilayah. " Kita sudah melakukan survey dan melaksanakan berbagai kajian untuk mewujudkan rencana itu." Demikian yang dikemukakann oleh Henny Iriani Winata, selaku Kepala Bidang Sumber Daya Alam Teknologi Tepat Guna Kabupaten Cianjur, Rabu (7/5/2014).

Henny menambahkan, ada tiga sumber daya alam yang bisa digunakan untuk membangun desa mandiri energi, yakni limbah, air, dan matahari. Saat ini yang akan diujicoba terlebih dahulu adalah pemanfaatan limbah kotoran sapi yang akan dijadikan biogas. "Kita sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah peternakan, satu di antaranya peternakan sapi di Cikalongkulon. Bahan bakunya di peternakan itu cukup melimpah,"

Diakui Henny bahwa saat ini sudah ada dari kalangan masyarakat yang memanfaatkan sumber air sebagai energi. Antara lain seperti di Kecamatan Campakamulya di mana masyarakatnya membuat kincir air untuk penerangan. "Tinggal dikembangkan saja dan tinggal bagaimana caranya energi tersebut dikelola secara baik dan benar agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat banyak," tuturnya.

Selain air yang dimanfaatkan menjadi energi, yang lainnya yang bisa dimanfaatkan yaitu tenaga matahari, dimana telah ada di Kecamatan Cidaun. Tapi tentunya memerlukan teknologi tinggi karena menyedot biaya yang tak sedikit. "Dan sekarang kita mencari alternatif lain dengan biaya lebih murah tapi bisa tepat guna," jelasnya. (FI)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post