WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Lembaga Kesehatan NU Merupakan Lembaga Unggulan Di Cianjur, Bantu Secara Total

Pasundanradio.com - Permasalahan kesehatan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, akan tetapi perlu adanya sinergi dari semua elemen masyarakat untuk menanggulanginya. Berbagai macam upaya dilakukan baik oleh pemerintah dan juga oleh elemen masyarakat.

"Melalui upaya-upaya yang dilakukan PCNU Cianjur yang sudah mampu melakukan terobosan untuk membantu masyarakat dalam menanggani masalah kesehatan menjadi dorongan untuk semua pihak dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Cianjur." Demikian yang dikemukakan oleh wakil Bupati Cianjur saat menghadiri acara Peresmian Poliklinik Lembaga Kesehatan NU Cianjur dan Peletakan Batu Pertama STAIS NU Cianjur, Rabu (5/3/14).

Acara yang berlangsung di kantor PCNU Jl. Perintis kemerdekaan Cianjur, dihadiri oleh Ketua Umum PBNU Pusat yaitu Prof. dr. Kh. Said Aqil Siroj, Ketua NU Prov jabar, ketua NU Cianjur (KH. Khoirul Anam), Ketua lembaga kesehatan NU Cianjur Hj. Mien Suranto, dan juga tamu undangan lainnya.

Ketua Umum PBNU Pusat, Prof. dr. Kh. Said Aqil Siroj, mengatakan bahwa, "Ini yang harus di prioritaskan khidmatnya NU terhadap Masyarakat, agama pendidikan dan kesehatan. Di Indonesia sudah ada 214 Rumah Sakit NU. Pihaknya berharap NU Cianjur semakin berguna tentunya untuk masyarakat."

Sementara itu Ketua PC NU Cabang Cianjur Kh, Khoirul Anam mengatakan, Lembaga kesehatan NU Merupakan lembaga unggulan di Cianjur, karena sudah punya jaringan kerja sama dengan berbagai steak holder dan juga beberapa rumah sakit di kota lain untuk membantu penderita penyakit tertentu.

"Kita membantu kepada penderita penyakit tertentu yang tidak tersentuh oleh kebijakan pemerintah daerah atau pusat, karena SKTM, jamkesmas hanya meringankan beban penderita biaya pengobatan, sedangkan kita membantu secara total," ujarnya.

NU cabang Cianjur sudah memberikan pengobatan gratis kepada penderita bibir sumbing, hernia, katarak, dan juga memberikan kaki palsu. "Untuk penderita katarak sebanyak 35 orang, penderita hernia lebih dari 40 orang, dan juga pemberian kaki palsu," jelasnya. (FI)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post