WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Pembuat Nomor Kendaraan Pinggiran Jalan Kebanjiran Pesanan.

Pasundanradio.com - Sudah beberapa bulan ini proses keluarnya STNK dan BPKB mengalami keterlambatan. Banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan keterlambatan pembuatan Surat Tanda Nomor
Kendaraan (STNK) dan juga Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) tersebut.

STNK biasanya akan dibagikan dalam kurun waktu satu bulan. Setelah STNK di serahkan ke pemilik beserta plat nomor, pemilik kendaraan roda dua dan roda empat bisa langsung menggunakan kendaraannya.
Namun beberapa bulan ini pemilik hanya diberikan bukti pengesahan pembayaran pajak, dan STNK beserta BPKB pemilik harus menunggu enam bulan kedepan.

Terkait hal tersebut beberapa pembuat plat nomor kendaraan sementara yang biasanya dikeluarkan polisi kebanjiran pesanan. Salah satunya Entis (40) warga Maleber, yang biasa mangkal di kasawasan jl. Arif Rahman HakimCianjur. Biasanya hanya 1 pesanan dalam sehari, namun sekarang ini bisa 3 dan kalo lagi rame bisa sampai 7 pesanan. "Nya alhamdulillah gning sok aya wae ayeunamah", ujarnya.

Hal senada juga dialami oleh Safrudin (50) dan biasa dipanggil abang. Pembuat plat nomor kendaraan yang sudah enam tahun mangkal di kawasan Jl. Dr. Muwardi (bypass), sudah dua bulan ini kebanjiran pesanan. Warga Rt 01/06 kp Kaum Ciburial Bojong Cianjur ini, memulai usaha pembuatan plat nomor ini di akhir tahun 1997. Safrudin menuturkan bahwa dirinya yang pertama kali membuat dan memajang contoh-contoh platnomor. Untuk pembuatan sepasang nopol roda dua dihargai Rp35.000 dengan waktu sekitar 1jam dan Rp100 ribu untuk kendaraan roda empat.

Bersama istrinya dan dibantu 2 orang dalam sehari bisa menyelesaikan 40 pasang platnomor. Diakuinya bahwa dengan adanya kredit ringan dari jasa pembiayaan ini juga memberikan andil bagi usahanya. Terlebih dengan adanya keterlambatan STNK dirinya merasa diuntungkan karena mereka juga memesan. "Dari pemilik merasa nggak sabar untuk dipakai makanya mau ga mau mereka membuat plat nomor baru", ujarnya.

Dengan modal peralatan seperti cetakan nomor, palu, plat, cat dll, saat ini dalam sehari dia mampu menyelesaikan sampai 20 pasang karena hanya dikerjakan bersama adik istrinya. Pekerja yang biasanya membantu sekarang sudah membuka usaha serupa di kawasan lain. Untuk bahan bakunya dibeli Rp145ribu perlembar ukuran 1×2 ketebalan 0,8 mili.

Dari hasil usaha ini dirinya merasa cukup bahkan bisa melanjutkan pendidikan salah satu anaknya ke perguruan tinggi. (FI)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post