WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Asiknya Asinan Dan Rujak Pinggir Jalan

Pasundanradio.com - Selain bakso, bagi kaum wanita khususnya, jajanan rujak (petis) adalah makanan yang juga sangat banyak diminati. Tidak hanya dari kalangan dewasa tetapi kalangan anak-anak juga. Kebanyakan mereka suka dengan rujak karena selain segar juga rasa cuka yang terkandung didalamnya.

Seperti yang bisa di temui di kawasan jl Moh Ali Cianjur. Pak Joni penjual asinan Cianjur biasa mangkal dari jam 10 siang sampai pukul 4 sore, mengaku dirinya jualan asinan dan juga uleg (rujak tanpa cuka. red) dari tahun 1974. Asalnya berjualan keliling sekitar tempat tinggalnya yaitu di kelurahan Sayang, namun sejak tahun 2000 sampai sekarang dia tidak lagi berjualan dengan cara berkeliling tetapi sudah punya tempat tetap meskipun dengan menggunakan gerobak dorong yaitu di
jl Moh Ali.

Pria asli Tasik kelahiran tahun 1948 asalnya berjualan krupuk, sempat berpindah ke Sukabumi selama 6 tahun dan baru berjualan asinan di tahun1974. Diakui dirinya sempat belajar dari temannya di Sukabumi yang terlebih dahulu berjualan asinan.

Untuk bahan baku asinan dan juga uleg tiap hari, dirinya harus menyediakan sekitar 20 macam bahan baik itu buah-buahan maupun sayuran yang terdiri dari mentimun, kol, bengkuang, jambu, ubi, nanas, jeruk bali, pepaya, mangga, pisang batu, kedondong, belimbing, kecambah, dan yang lainnya. Ini juga tergantung buah musiman yang lainnya. Demikian yang dikatakan Joni warga kampung Gang Sentosa Rt 02/07.
Dirinya mengaku bahwa "dalam sehari biasa mengantongi uang Rp 200.000 itu bersihnya".

Yang membedakan antara rujak dengan asinan yaitu kalo asinan disiram dengan bumbu kacang dan juga cuka aren serta ditambah dengan tahu kuning. Untuk rujaknya juga disiram dengan gula merah yang didalamnya terdapat honje. Honje inilah yang membuat rasa bumbunya berbeda dan wangi.

Harga satu porsinya dihargai dengan hanya Rp 6.000 tanpa krupuk dan Rp8.000 kalau ditambah dengan krupuk. Kebanyakan pembeli akan bertambah diakhir pekan yaitu Sabtu dan Minggu, dimana tidak hanya warga Cianjur saja pembelinya tapi dari luar Cianjur juga ada yang menyempatkan diri untuk membeli. (FI)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post