WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Pilgub Jabar: Rieke Adukan Heryawan ke Pengawas Pemilu

Pasundanradio.com (VIVAnews) - Ahmad Heryawan dianggap melakukan kampanye dini sebagai calon Gubernur Jawa Barat ketika bertemu ratusan kepala desa di Cirebon beberapa hari lalu. Untuk itu, kubu calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki, melaporkan hal itu ke Panitia Pengawas Pemilu.

"Peristiwanya itu terjadi saat silaturahmi kuwu (kepala desa) sekabupaten Cirebon. Ketika itu incumbent datang dalam acara resmi provinsi sebagai Gubernur. Petahana dalam kegiatan ini telah melakukan kampanye di luar jadwal dengan fasilitas negara," kata Koordinator Relawan Rieke dan Teten (Paten), Dwi Subawanto, di Bandung pada Kamis 3 Januari 2013.

Ia mengatakan laporan mengenai kecurangan ini, telah dilakukan ke Panwaslu Jabar kemarin sore sekitar pukul 17.00 WIB. Selain laporan  tertulis, tim juga melampirkan sejumlah bukti berupa foto-foto kegiatan Aher saat curi start kampanye di Cirebon. "Kami sertakan semua bukti kuat bahwa Aher telah melakukan kampanye terselubung," katanya.

Dwi berharap, Panwaslu bisa segera memproses laporan kecurangan tersebut. Dia menyatakan sudah memiliki saksi dan siap dihadirkan bila dibutuhkan. "Ini jelas pelanggaran. Heryawan sebagai incumbent terbukti meminta dukungan  langsung dengan target 70 persen suara untuk memilihnya dalam pemilihan gubernur Februari mendatang," katanya.

Kubu Heryawan Bantah


Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Imam Budi, membantah bila kunjungan Gubernur Jawa Barat ke Cirebon dan bertemu dengan 320 kuwu (kepala desa) di Kabupaten Cirebon merupakan pelanggaran kampanye atau curi start Pilgub Jabar 2013.
"Kedatangan gubernur sesuai tugasnya untuk memenuhi undangan para kepala Desa di Cirebon. Jadi salah kalau ada yang mengatakan gubernur mengundang para kepala desa itu salah besar," katanya di Bandung, Kamis 3 Januari 2013.

Ia mengatakan Kang Aher (Ahmad Heryawan) tidak pernah mengajak para kuwu di Cirebon untuk memilih pasangan nomor empat, sebagai calon gubernur Jawa Barat. "Saya sudah konfirmasi langsung ke beliau, dan beliau mengatakan sama sekali tidak pernah mengajak kepala desa untuk memilihnya. Mungkin kalau kepala desa yang spontan memberikan dukungan sih bisa saja. Jadi bukan Kang Aher yang meminta dukungan," katanya.

Alih-lih, Iman menyebut, bentuk dukungan dari kuwu sama dengan bentuk dukungan yang diterima pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten
 Masduki (Paten) dari Masoem Grup. "Saat Paten menerima dukungan dari Al Masoem, kan Teten juga ikut hadir. Lalu apakah itu bisa diartikan Teten mengajak Al Masoem untuk mendukung," katanya.

Menanggapi laporan ke Panwaslu, Iman menyatakan itu biasa dan wajar. "Itu hak mereka untuk melaporkan. Dan kalau kami dipanggil oleh Panwaslu, tentu kami dan Kang Aher akan datang memenuhi panggilan itu," katanya.

Lebih jauh, Iman berharap seluruh pasangan calon gubernur saling menjaga sikap agar Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 ini agar berlangsung kondusif.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post