WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » 132 Kepala Keluarga (KK) Mengungsi Akibat Tanah Amblas Di Puncak Pass

Pasundanradio.com (kabarcianjur.com) - Sebanyak 132 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 468 jiwa mengungsi akibat terjadinya tanah amblas di areal hotel Puncak Pass, Kampung Puncak, Desa Ciloto, Kec. Cipanas, Kab. Cianjur yang sewaktu-waktu mengancam rumah mereka. Warga lebih memilih meninggalkan rumah, sebagai langkah antisipasi terjadinya longsor.

Menurut penuturan Edi Syamin (50) tokoh masyarakat setempat, tindakan meninggalkan rumah sudah dilakukan warga sejak Rabu (16/1/1) malam setelah mengetahui adanya retakan tanah di atas kampung mereka. Warga secara berangsur meninggalkan rumah, kawatir terjadi longsor.

"Warga baru tahu adanya retakan tanah itu sekitar pukul 21.00 WIB, padahal berdasarkan informasi pihak hotel sudah mengetahui adanya retakan tanah diarealnya itu pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB. Saya dan beberapa warga langsung melakukan pengecekan, ternyata benar adanya," kata Edi Syamin, Minggu (20/1/2013).

Retakan tanah yang diperkirakan sepanjang 500 meter itu terus bergerak. Hingga Minggu (20/1/2013) diperkirakan sudah amblas mencapai 2,5 meter. "Saat ini warga sudah mengosongkan rumahnya. Kebanyakan tinggal di rumah saudaranya. Saya sendiri ini juga lagi persiapan mau mengungsi, rumah saya pintunya sudah tidak bisa ditutup, karena pergeseran tanah," kata Edi yang juga sebagai Ketua LPM Desa Ciloto.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur Asep Achmad Suhara mengatakan, pihaknya telah melakukan pendekatan kepara warga yang tinggal berdampingan dengan lokasi tanah yang terancam amblas dan longsor agar mengosongkan rumahnya di RT RT 06/RW 01 Kampung Puncak. Langkah tersebut sebagai antisipasi terjadinya longsor, karena kondisi tanah terus bergerak.

"Hari ini (kemarin) tinggal 15 KK, setelah kami berikan pengarahan mereka bersedia meninggalkan rumahnya. Para warga lebih memilih tinggal di sanak saudaranya terdekat. Sementara barang-barang perabotan rumah tangga dititipkan di wisma Depsos dibawah kampung mereka," kata Asep saat dihubungi terpisah.

Menurut Asep lokasi tanah yang retak dan terus bergeser itu sangat mengancam warga yang tinggal di kampung dibawahnya. Saat ini retakan tanah terjadi dibeberapa titik dengan lebar 30 centimeter. Beberapa retakan diantaranya sudah ditambal, agar air hujan tidak langsung masuk kedalam retakan.

"Mudah-mudahan saja tidak terjadi longsor, kalaupun sampai terjadi dan menimpa kampung dibawahnya korban bisa dihindari. Kita fokuskan untuk penyelamatan warga saat ini yang menjadi prioritas kita," kata Asep.

Ketika disinggung apakah perlu dilakukan relokasi bagi warga yang tinggal didaerah yang terancam terkena dampak jika terjadi longsor, Asep berkilah untuk sementara waktu belum sampai kearah relokasi lantaran fokus evakuasi.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post