WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Antisipasi Kebakaran Hutan Gunung Gede dan Pangrango Ditutup

PASUNDAN RADIO CIANJUR, (PRLM).- BEBERAPA anggota tim pendakian Gunung Gede pangrango melihat peta untuk bersiap melakukan pendakian beberapa waktu lalu. Namun, selama Oktober, pendakian ke Gunung Gede Pangrango, Kab. Cianjur ditutup untuk antisipasi bahaya kebakaran hutan.*
Sebagai langkah antisipasi bahaya kebakaran hutan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Parangrango (TNGGP) Cibodas, Kabupaten Cianjur melakukan penutupan pendakian ke Gunung Gede hingga Tanggal 31 Oktober.
sesuai surat keputusan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango nomor SK.234/11-TU/3/2012, awalnya penutupan pendakian dimulai dari Tganggl 1 hingga 31 Agustus. Namun, melihat kondisi yang ada pihak TNGGP memperpanjang masa penutupan khusus untuk kegiatan pendakian hingga 31 Oktober 2012.
Petugas Balai Besar TNGGP Didin Syarifudin saat dikonfirmasi "PRLM", Minggu (21/10) mengatakan sesuai dengan hasil pemantauan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Klimatologi Darmaga Bogor, diperkirakan selama bulan Oktober 2012, perkiraan intensitas curah hujan rendah di sebagian besar wilayah di Jawa Barat antara lain di Cianjur dan Sukabumi (21 – 50 mm) serta Bogor (51 – 100 mm).
"Penutupan ini merupakan upaya pencegahan bahaya kebakaran hutan dan pemulihan kondisi ekosistem kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Ijin pendakian rencananya akan dibuka kembali untuk umum mulai tanggal 1 September 2012," tuturnya.
Rendahnya curah hujan pada bulan Agustus- Oktober, kata Didin, memungkinkan timbulnya bencana kebakaran hutan dan perlu adanya langkah-langkah antisipatif dalam rangka pengendalian bahaya kebakaran hutan.
“Penutupan ini ditujukan khusus hanya untuk kegiatan pendakian yang biasanya para pendaki dapat memasuki kawasan TNGGP melalui 3 pintu yakni pintu Cibodas, pintu Gunung Putri dan pintu Selabintana,” ujarnya.
Lebih lanjut Didin menuturkan, penutupan tersebut hanya berlaku bagi kegiatan pendakian. Namun, untuk kegiatan wisata lainnya seperti wisata air terjun Cibeureum di Cibodas, Curug Cibeureum di Selabintana, Situ Gunung di Sukabumi dan lain sebagainya, masih terbuka untuk umum.
Didin meminta kepada seluruh pendaki Gunung Gede- Pangrango agar mentaati peraturan tersebut, dan kepada masyarakat yang telah membaca informasi ini dimohon kesediannya untuk menyebarluaskan informasi ini.
"Kami sebelumnya sudah menyebarkan informasi ini, karena ditakutkan banyak tim-tim pendakian yang sudah datang jauh dari luar kota namun belum tahu ada penutupan pendakian dan kami melarang keras jika tim ini tanpa ijin memaksa melakukan pendakian," tuturnya.
Oleh karena itu, kata Didin, beberapa petugas dari TNGGP secara bergantian juga melakukan pengawasan ke jalur pendakian untuk antisipasi banyak tim pendakian dari luar yang masuk Gunung Gede tanpa ijin.
"Selain itu juga untuk mengecek titik-titik kebaran hutan yang bisa saja luput dari pengawasan. Sejauh ini langkah ini cukup efektif," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Simpul Bopunjur (Bogor, Puncak, Cianjur), Eko Wiwid mengatakan penutupan pendakian emmang layak diakukan mengingat bahaya kebakaran hutan sedang mengancam dibeberapa wilayah seperti Gunung Ceremai.
"Penutupan pendakian ini juga bisa digunakan petugas TNGGP untuk melakukan pemulihan eksositem yang sempat terganggu akibat ramainya pendakian," ucapnya.
Pencegahan kebarakaran hutan, kata Eko, tidak saja menjadi tanggung jawab pihak TNGGP, namun sudah sudahrusnya menjadi tanggungjawab pengunjung Gunung Gede untuk menghindari seminim mungkin penyebab kebaran.
"Misalnya saja, membuang putung rokok sembarangan. Dengan intensitas hujan rendah, dan banyak daun mengering yang jatuh bisa menjadi sumber penyebab kebaran," ujarnya.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post