WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » JEMBATAN DARURAT CUGENANG DIKHAWATIRKAN WARGA


PASUNDAN RADIO CIANJUR, (PR).- Jembatan darurat yang dibangun secara swadaya oleh warga dua desa, yaitu Desa Cibeureum dan Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur dikhawatirkan warga. Pasalnya, kondisi jembatan darurat yang hanya terbuat dari anyaman bambu dan disangga dua bambu dengan diameter sekitar 15 cm dinilai sangat membahayakan.
Apalagi, jembatan darurat sepanjang kurang lebih 13 meter tersebut hanya ada penahan untuk pegangan pejalan kaki pada satu sisinya saja. Akibatnya, warga yang ingin menyebrang dari dua arah harus mengantre. Belum lagi, beberapa warga mengeluhkan jembatan tidak bisa dilewati oleh motor.
"Pendapatan kami menjadi berkurang karena jembatan putus. Setelah ambruk, tarikan ojek hanya sampai jembatan, setelah itu disambung dengan ojek di seberang. Ongkosnya jadi kecil, paling Rp 2 ribu karena jarak dari pangkalan ke jembatan dekat,” tutur Andri (27), seorang pengojek warga Kp. Tugu Desa Cibeureum, Kamis (10/5/12).
Bahkan, pascaambruknya Jemabatan Lebak Senen, aktivitas usaha para pengojek yang berjumlah sekitar 120 orang itu nyaris lumpuh karena jembatan tersebut menjadi akses utama jalur transportasi mereka. Mereka mengaku sudah tiga hari terkahir penghasilannya hanya Rp 15 ribu. Padahal, sebelum jembatan ambruk, penghasilan dari menarik penumpang bisa mencapai Rp 60 ribu hingga Rp 85 ribu.
Tidak hanya itu, ratusan pelajar yang bersekolah di Desa Nyalindung dan Galudra juga mengeluhkan kondisi jembatan darurat yang jika hujan anyaman bambu yang jadi alasanya menjadi licin dan harus ekstra hati-hati saat melintas. Tidak jarang, banyak warga yang menjadi sukarelawan menjaga kondisi jembatan dan membantu warga yang sedang melintas.
Kondisi serupa juga dikeluhkan angkutan distribusi sayuran. Desa Nyalindung dan Galudra yang menjadi salah satu pemasok sayuran segar setiap hari ke pasar-pasar di sekitar CUgenang dan Cipanas menjadi terhampat. Para petani sayuran terpaksa menyewa satu angkutan lagi untuk membawa sayuran dari Nyalindung.
Kepala Desa Nyalindung, Eman Sulaeman mengaku tidak bisa berbuat banyak atas kondisi tersebut. Ia hanya berharap pembangunan jembatan sementara dapat segera rampung agar masyarakat bisa kembali menggunakan akses jalan tersebut segera.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Cianjur, Atte Adha Kusdinan menuturkan mengenai pembangunan jembatan permanan, pihaknya hanya memiliki kewenangan teknis mengenai pembangunan fisik karena yang berkewengan menangani ambruknya jembatan tersebut adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Almunajat Libran-BPBD).

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post