WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » 550 KK MASYARAKAT AGRABINTA BUTUH LISTRIK


-PLN Siap Layani Masyarakat
Jl Panghid- 550 KK yang berada di Desa Tanjungsari Kecamatan Agrabinta hingga kini masih belum mendapatkan pasokan listrik. Hal tersebut sangat kontras pasalnya kini pemerintah telah memberikan program listrik masuk Desa, namun sejumlah masyakat tersebut belum mendapatkannya.
Menanggapi kondisi tersebut mentri BUMN RI Dahlan Iskan angkat bicara. Pihaknya menginstruksikan PLN Cianjur agar bisa terjun kelapangan dan memantau sejauh mana kondisi yang  ada disana.
Mentri BUMN RI Dahlan Iskan menuturkan dari segi pasokan listrik daerah Jawa sudah cukup. Namun memang sejauh mana daerah tersebut jauh atau dekatnya dengan jaringan. Dan pihaak terkait pu jangan samppai menjanjikan bbegitu saja sebelum melihat kondisi yang ada.
“Kami pesankan bupati dan PLN bisa melihat dilapangan, dengan melihat sejauh mana jaringan yang ada di sana. Dan jika memang layak untuk dipasang maka secepatnya listrik tersebut bisa dialirkan. Namun listrik ini tidak gratis maka di haraap lihat juga kesiapan dari ratusan penduduk tersebut,”terangnya.
Pihaknya pun mengharapkan kepada masyarrakat tersebut agar jangan percaya dengan adanya ulah oknum yang memahalkan beban biaya.” Dana yang diprogramkan pemasanggan pun paling sekitar Rp 400 ribu tergantung kisarannya. Dann tidak sampai Rp 1,5 juta, nominal tersebut  terlalu mahal. Terlebih jika ada oknum yang menjanjikan, jangan sampai percaya begitu saja,”terangnya. 
Sementara itu Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan listtrik ini tidak gratis, maka masyarakat pun harus sanggup membaayar, jika ingin menikmati listrik. Dan pihaknya mmenuturkan daerah Agrabinta meemiliki jarak yang jauh dari jaringa, maka tentunya beban biaya pun lebih mahal, tidak terkecuali jika masyrakat tersebut berkumpul.
“Yang pasti akses jalan sulit dan pegunungan tida menjjadi alas an liistrik tidak diberikan. Hanya saja jumlah KK yang ada di Agrabinta 1 Km hingga  2 Km. Jelas  jika demikian akan sulit,”teranggnya.  
Namuun dia  menuturkan pemerintah memiliki program listrik masuk desa dengan kerjasama pemda, dengan Pemprov. Sehingga diharap program ini bisa jadi alternartif.  “Namun yang disayangkan dana dirasa tidak mencukupi, sehingga kini masih dalam proses,”jelasnya.   
Sementara  itu Manager Area PLN  Kabupaten Cianjur Eko Suharno menuturkan pada prinsipnya semua masyarakat harus bisa dilayani oleh PLN. Namun kondisi tersebut harus dilihat dari jauh atau dekatnya pemukiman tersebut dengan jaringan. “Bukan kami tidak melayani, namun kami tentunya kedepan akan melihat sejauh mana kondisi yang ada didaerah tersebuut. Dan yang pasti mereka hanya dikenakan biaya penyambungan saja tidak deengan perluasan jaringan kabel,”terangnya.
Sementara itu dilain sisi Warga Kampung Lingkungsari Desa Wanasari Kecamatan Agrabinta Budi Perdana (34) mengatakan bohong jika ada yang menyebutkan jarak dari rumah ke rumah hingga 1 atau 2 Km. Pasalnya kata dia jarak dari rumah ke ruumah, berdekatan hingga 100 meter.
“Pengajuan telah kami lakukan  dari tahun 2006. 96. Malahan pendataan yang kerap dilakukan oleh PLN, dan setiap pendataan  menghabiskan dana Rp 15 ribu, untuk foto kopi dan materai. Namun hingga kini realisasi listrik belum ada,”terangnya yang juga anggota Yayasan Bumi Sawargi. 
Dia menuturkan warga kini menggunakan listrik dari Desa sebelah saja yang terhalang sungai, dengan menggunakan kabel dan  bambu. Dan beban biaya yang dikkeluarkannya hingga Rp 350 ribu perbulan untuk membayar ke warga lainnya, tidak jarang pihaknya dimanfaatkan saja. Maka kami harap pemerintah bisa ssegera mmenyediakan pasokan listrik, agar kondisi bisa nyaman,”tandasnya.

(denz’ilah) 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post