WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » WARGA CIRANJANG DAN BOJONG PICUNG CIANJUR BLOKIR JALAN

(Pasundan Radio CIANJUR) Kesal dengan akses jalan rusak selama hampir tujuh tahun belum juga diperbaiki, puluhan warga dari tujuh desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Ciranjang dan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur menggelar aksi blokir jalan, di ruas Jalan Jati, Kampung Pasir Peusing, Desa Nanggalanmekar, Kecamatan Ciranjang, Cianjur. Dalam aksinya, warga menanam pohon serta memancing ikan juga melakukan seolah membajak sawah di ruas jalan yang kondisinya berlubang dan tergenang air.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, kondisi jalan yang rusak tersebut terjadi di sepanjang 15 kilometer dengan melintasi tujuh desa, yakni Desa Ciranjang, Nanggalanmekar, Jati, Jatisari, Cikondang, Sukarama dan Sukajaya. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama tujuh tahun. Akibatnya, tidak hanya akses jalan yang terganggu, tapi, perekonomian, kesehatan, pendidikan warga juga terganggu.


Senada tokoh masyarakat setempat, Asep Toha (36) mengatakan, pihaknya sebelumnya telah berupaya menyampaikan keluhan warga hingga ke pemkab maupun dewan. Akan tetapi, keluhan tersebut hanya ditanggapi berupa janji yang hingga kini belum terealisasi.
“Sudah, yang terakhir itu sekitar enam bulan yang lalu, kita ke dewan. Bahkan, waktu itu kita juga bertemu dengan Kepala Dinas Bina Marga, Pak Ate. Dari hasil pertemuan itu, kita dijanjikan akan dilakukan perbaikan lewat dana alokasi DAK dengan anggaran Rp700 juta. Tapi, sampai sekarang belum ada realisasinya,” ungkap Asep.
“Lagipula, ini dananya pake ABPD murni apa perubahan. Soalnya, kalau pake dana murni, seharusnya sudah mulai direalisasikan sekarang ini. Tapi, kalau perubahan, baru sekitar bulan sembilan (September). Sementara, dewan, waktu itu berjanji segera memperbaiki di bulan tujuh (Juli) paling lambat,” tambahnya.

Asep menegaskan, jika pihak pemerintah melalui dinas terkait, tidak juga memperhatikan harapan warga di tujuh desa tersebut, pihaknya bersama warga sepakat untuk memboikot membayar pajak.
“Hasil pajak Dari dua kecamatan ini saja mencapai Rp10 miliar. Uang tersebut dikemanakan? Bukannya, guna adanya pajak salah satunya untuk perbaikan jalan. Kalau sampai bulan tujuh tidak juga diperbaiki, kita sepekat akan boikot bayar pajak, segala bentuk pajak,” tandasnya.
Sementara itu, Kades Nanggalanmekar Suhendra juga mengaku kecewa dengan sikap pemkab. Padahal dirinya telah mencoba berbagai cara sesuai dengan prosedur yang ada. Namun, hingga saat ini, belum juga ada tanggapan positif.
ia berharap, apa yang menjadi keluhan warganya bisa didengar dan diambil tindaklanjutnya seperti apa. Karena, kondisi jalan sekarang ini, sangat mengganggu aktivitas warga. ( Almunajat Libran )

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post