WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » JAWA BARAT INCAR RANGKING SATU UJIAN NASIONAL

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap mengejar peringkat satu nasional dalam Ujian Nasional Tahun Ajaran 2011-2012. Harapan itu potensial untuk terwujud lantaran tahun lalu provinsi ini menempati peringkat kedua nasional. "Tahun ini mudah-mudahan bisa menjadi nomor satu," ujar dia di Subang, Senin, 16 April 2012.

Tahun lalu persentase kelulusan siswa mencapai 97 persen di bawah Bali yang mendapatkan gelar sebagai peringkat satu nasional. Heryawan berpendapat, Jawa Barat juga ingin mencatatkan kualitas kelulusannya yang terbaik secara nasional.  “Kami ingin kuantitas dan kualitasnya sama-sama bagus,” katanya.

Hari ini, ujian nasional untuk SMA, SMK, dan MA dilakukan serentak dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provisi Jawa Barat Wahyudin menyebutkan, jumlah peserta ujian di wilayahnya sebanyak 370 ribu dari 18 ribuan sekolah SMA, SMK, dan MA. Ia sendiri berharap, "Paling tidak hasilnya sama dengan tahun lalu.”

Dari Cianjur dilaporkan petugas kepolisian yang mengawal naskah ujian mengenakan seragam bebas. Mereka tidak terlihat seperti anggota polisi. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Endang Suhendar mengatakan hal tersebut merupakan bentuk koordinasi dengan aparat agar pelaksanaan ujian berjalan lancar.

Dia memerinci, setiap mobil pengantar soal dikawal dua orang petugas polisi dari Kepolisian Resor Cianjur hingga ke tempat tujuan penyimpanan di markas kepolisian sektor. Polisi dan petugas dari Pusat Pembinaan dan Pendidikan Kecamatan menyimpan dan menyegel ruangan penyimpanan soal. "Tidak seorang pun diperbolehkan masuk ke ruang tersebut dengan dalih apapun,” katanya menegaskan.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polres Cianjur. Ajun Komisaris Achmad Suprijatna, mengatakan pengerahan personel polisi untuk menyukseskan ujian bagian dari tugas bidang pembinaan pendidikan. Khusus untuk tahun ini, kata Achmad, personel pengawas dari tiap polsek tidak memakai seragam, tetapi memakai baju formal biasa.

”Kita sengaja menugaskan personel untuk berpakaian preman saat melaksanakan pengamanan di sekolah. Hal itu bertujuan agar siswa tidak merasa grogi saat melaksanakan ujian di kelas,” ujar Achmad.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post