WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » BANTUAN KE TUKANG BECAK YANG DISIMPAN DI LPK KARANG TENGAH DIPERTANYAKAN

(Pasundan Radio-Cianjur) - Bantuan dana hibah yang diperuntukkan bagi sekitar 1.200 tukang becak senilai Rp 500 juta di Kabupaten Cianjur dipertanyakan banyak pihak. Diduga dana bantuan tersebut mengendap di Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK) Karangtengah.Kondisi tersebut dibantah oleh Pimpinan LPK Karangtengah, Husen. Menurutnya dana bantuan hibah tersebut bukan mengendap tapi disimpan oleh Asosiasi Pemilik dan Pengemudi Becak Cianjur (APPBC). Husen juga mengatakan Berdasarkan kesepakatan para pengurus APPBC dana bantuan itu disimpan ditabungan atas nama rekening APPBC, bukan rekening LPK. Hemat saya dana itu tidak mengendap tapi bergulir diberikan kepada para tukang becak sesuai dengan kebutuhan.
Pihaknya menduga, kabar yang menyebut kalau dana bantuan itu mengendap merupakan ulah dari orang yang tidak bertanggung jawab. "Kalau dana itu bermasalah ditabung di LPK tentunya sudah kena saat kami diperiksa oleh BPK. Ini saja BPK tidak mempermasalahkannya, berarti tidak ada masalah," katanya.
Hal tersebut juga dibenarkan Wakil Ketua APPBC, Yadi Supriadi, bahwa bantuan hibah tersebut diberikan kepada para tukang becak seacara bergilir. "Bantuan ini diberikan kepada para tukang becak yang ingin memiliki becak bisa dilakukan dengan cara dicicil pembayarannya tanpa dikenakan bunga. Itu dilakukan secara bergilir berdasarkan permohonan," kata Yadi saat ditemui terpisah.
Sampai saat ini menurut Yadi sudah ada sekitar 450 becak yang sudah dimiliki sendiri oleh para tukang becak. "Selama ini banyak tukang becak yang menyewa kepada orang lain. Dengan adanya bantuan ini mereka merasa terbantu, karena bisa memiliki becaknya sendiri. Mereka bisa mengangsur sesuai dengan kemampuanya dan pengembalian dari angsuran itu juga diperuntukkan kepada mereka," tegasnya.
Selain diberikan bantuan bergulir, para tukang becak di Kabupaten Cianjur yang jumlahnya mencapai 1.200 orang itu juga diberikan asuransi kematian, pendidikan dan bantuan modal kepada para istrinya yang membutuhkan bantuan permodalan untuk usaha."Kita akan terus berupaya agar kesejahteraan para tukang becak ini bisa terus meningkat. Uang dari perguliran yang saat ini tersimpan ditabungan sewaktu-waktu bisa dicairkan sesuai dengan kebutuhan dan untuk kesejahteraan para tukang becak," katanya.
Ketua Koordinator Pangkalan Becak Kabupaten Cianjur, Usman (55), mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan. "Tadinya banyak yang belum memiliki becak, sekarang sudah bisa dimiliki berkat adanya bantuan dari pemerintah. Sebagai tukang becak jelas sangat terbantu, apalagi seluruh tukang becak jiuga diberikan asuransi," katanya. (Almunajat Libran)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post