WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » KEBUDAYAAN SUNDA YANG MENGALAMI PERUBAHAN

Kebudayaan Sunda Alami Perubahan

ASIA AFRIKA,(GM) - Pengajaran bahasa Sunda tidak pernah terhenti setelah sistem pendidikan Barat diperkenalkan di kalangan masyarakat Sunda. Sejarah pengajaran bahasa Sunda beserta perkembangan buku pelajaran bahasa Sunda ini membuktikan perhatian besar atau kanyaah (rasa sayang) orang Sunda terhadap bahasa mereka sendiri.

"Hal itu menjadi lebih jelas kalau kita membandingkannya dengan bahasa daerah yang lain, misalnya bahasa Bali, Madura, dan Batak, yang buku pelajarannya masing-masing pernah diterbitkan oleh Balai Pustaka seratus tahun yang lalu," ungkap Mikihiro Moriyama seorang profesor dari Indonesian Studies Departement of Asian Studies Faculty of Foreign Studies Nanzan University Jepang pada Kongres Internasional Budaya Sunda (KIBS) ke-2 di Gedung Merdeka, Jln. Asia Afrika Bandung, Rabu (21/12).

Mikihiro membawakan makalah berjudul "Usaha Pembinaan Identitas Budaya Sunda dalam Perkembangan Buku Pelajaran Bahasa Sunda". Menurutnya, buku pelajaran bahasa Sunda sudah diterbitkan oleh pemerintah Hindia Belanda, persisnya oleh Landsdrukerij pada paruh abad ke-19.

"Perkembangan buku pelajaran bahasa Sunda ternyata menarik minat Balai Pustaka untuk menerbitkan buku pelajaran bahasa Sunda. Tahun 1930-an tiga jenis buku pelajaran yang diterbitkan secara berulang, seperti Panjeongsi Basa (tujuh jilid, terbit pertama kali tahun 1933), Ganda Sari (lima terbitan), dan Roesdi djeung Misnem (4 jilid)," terangnya.

Dikatakan Mikihiro, buku-buku tersebut dipakai sakola handap (sekolah dasar) semasa zaman kolonial, tetapi dua seri buku pelajaran tersebut dipakai setelah kemerdekaan. Sampai tahun 1960-an, tidak banyak buku pelajaran bahasa Sunda yang disusun Satjadibrata bersama seorang ahli bahasa dari Belanda, W. Keizer.

"Namun pada akhir tahun 1950-an ada perubahan dalam isi buku pelajaran bahasa Sunda, dari kumpulan cerita dan dongeng menjadi buku pelajaran mengajar tata bahasa mengikuti ilmu linguistik modern," tambahnya.

Artinya, buku pelajaran bahasa Sunda dari tahun ke tahun terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman. "Setiap saat, buku pelajaran bahasa Sunda terus berkembang sehingga memudahkan para guru mengajarkan bahasa Sunda kepada para siswanya," ujarnya.

Sementara dosen FISIP Universitas Padjadjaran, Ira Indrawardana mengatakan, kebudayaan Sunda termasuk, di antaranya nilai-nilai kearifan lokal yang diwujudkan dalam tradisi-tradisi adat mengalami dinamika dan perubahan.

Pengaruh kebudayaan luar Sunda serta adanya dampak dari hubungan sosial dengan manusia dan masyarakat antarbudaya dan perubahan ekosistem secara langsung dan tidak langsung memberikan dampak pada perubahan tersebut.

"Tidak bisa dimungkiri, nilai-nilai kearifan lokal dan kebudayaan Sunda mengalami perubahan karena adanya pengaruh budaya dari luar budaya Sunda. Tentunya hal ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga nilai-nilai kearifan budaya Sunda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman," paparnya.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post