WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

» » Dibangun Oleh Ribuan Warga dari Dua Desa Selama Lima Tahun

Anggota Tim Katastropik Purba, Dr Didit Oentowirjo mengatakan dari hasil penelitiannya, sudah sejak abad ke-16, keberadaan Gunung Padang di Desa Giri Mukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur yang menyimpan situs Megalitikum terbesar di Asia Tenggara sudah diketahui keberadaannya. Bahkan sudah dipetakan oleh Puslit Arkernas.

Sempat tenggelam karena miskin perhatian, baru-baru ini Indonesia digegerkan dengan temuan Tim Katastropik Purba. Bahwa tak sekedar di permukaan, ternyata ada bangunan buatan manusia berteknologi tinggi dari masa 4.700 tahun Sebelum Masehi di Gunung Padang.
Dr Didit Oentowirjo juga mencoba menghitung jumlah batu dan orang yang mengerjakan struktur itu. Asumsi itu dibuat Didit berdasarkan data geolistrik dan georadar. Didit juga menaksir berapa lama Piramida Gunung Padang itu dibangun.
Berikut ini perhitungannya. Didit berasumsi punden berundak memiliki lima tingkat, dengan ukuran 50 m x 100 m x tingginya 10 m. Jika tiap batu dakon penyusunnya berukuran, 0,3 x 0,3 x 1,5 m,  “akan diperlukan 3.703.703 batu dakon,” demikian rilis Tim Katastropik Purba yang diterima Selasa (21/2).
Sementara, untuk jumlah orang yang membangunnya diperkirakan berjumlah dua ribu orang. “Tiap dua orang mengangkat satu batu dakon dari lokasi pembuatan hingga puncak. Tiap angkat lamanya empat jam, dengan asumsi dalam sehari mereka bekerja selama delapan jam kerja.  Berarti tiap hari ada dua ribu batu yang terangkat,” terangnya.
Berat satu batu dakon diperkirakan sekitar 300 kilogram. Diperkirakan di masa itu, para pembangun “piramida” sudah menggunakan teknologi katrol seperti timba — yang mengurangi beban angkat dari 150 kilogram per orang, menjadi 75 kilogram.
Kemudian, terkait lamanya waktu pembangunan, Didit membagi jumlah keseluruhan batu dakon dengan jumlah batu yang terangkat dalam satu hari, yakni dua ribu batu.
“Maka, diperlukan 1.851 hari atau lima tahun saja,” jelas tim.
Kesimpulannya, bangunan piramidal tersebut bukan tak masuk akal dilakukan saat itu.  “Bangunan semegah punden berundak lima teras Gunung Padang bisa dibangun oleh dua ribu orang warga desa desa jaman baheula dalam waktu lima tahun,” tandasnya. 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post