Slider

DEDENGKOT

WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

Massa Janji Akan Hancurkan Bank Dana Pos Cianjur

Pasundanradio.com - Ratusan massa yang terdiri dari ormas Islam diantaranya Laskar Santri Kunfayakun, Front Pembela Islam (FPI), Permahi, Majlis Dzikir Jamharul Qowwy, Majlis Dzikir Sapinatunnaja melakukan melakukan aksi demo ke Kantor Bank Dana Pos yang berada di Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Cianjur Selasa (21/4/15).

Massa tersebut menuntut kepada pihak bank Dana Pos Cianjur untuk segera menyelesaikan proses adminstrasi karyawan eks bank tersebut. "Kedatangan kami kemari yaitu untuk menuntut pihak bank Dana Pos untuk menyelesaikan segala administrasi terutama pembayaran dan juga pakliring yang hingga saat ini tidak diberikan." Demikian isi dari orasi yang disampaikan oleh para pendemo yang dilakukan secara bergiliran.

Dengan pengawalan puluhan petugas kepolisian, massa melakukan orasi dan menuntut pihak bank untuk keluar dan berbicara terkait hal tersebut. Mereka juga seolah ditipu oleh pihak bank Dana Pos Cianjur yang mana telah setahun hanya diberikan janji-janji saja. "Selama setahun kami menunggu pakliring yang dijanjikan ternyata tidak diberikan. Malah kami diberikan hanya selembar dan itupun bukan dari bank Dana Pos tetapi dari koperasi," tambah mereka.

Mereka berjanji apabila pihak bank Dana Pos tidak memberikan yang dituntut, maka akan melaporkannya ke Bank Indonesia (BI) terkait dengan berbagai penipuan yang telah dilakukan oleh oknum bank. "Apabila kewajiban bank tidak dipenuhi, maka kita akan buka berbagai kasus penggelapan uang yang dilakukan oknum bank," jelasnya.

Selain itu juga mereka mengancam dalam beberapa hari ini tidak diindahkan, maka mereka akan melakukan pengrusakan. "Kalau sekarang tidak ada kepurusan dari bank Dana Pos, dalam beberapa hari ini kami akan menghancurkan bangunan bank tersebut," ucapnya.

Ini merupakan kasus yang terjadi satu tahun lalu, dimana beberapa orang karyawan dari Bank Dana Pos Cianjur diberhentikan tanpa kejelasan. "Kami menuntut kejelasan status pemberhentian sepihak oleh pihak BPR Bank Dana Pos dan juga dana abadi yang telah kami kumpulkan," kata salah seorang eks karyawan bank Dana Pos, Rimban Suteja.

Sampai informasi ini diturunkan, massa masih berada di depan kantor bank Dana Pos Cianjur, dan menunggu keputusan dari pihak bank. (FI)

Warga Berharap Pemkab Cianjur Cepat Bangun Jembatan

Illustrasi
Pasundanradio.com - Warga Desa Sukamanah, Kecamatan Campaka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk secepatnya membangun kembali jembatan di desa tersebut yang ambruk diterjang banjir pada Sabtu (29/3/15) malam.

Salah seorang warga Kampung Cangklek, Desa Sukamanah, Kecamatan Campaka, mengatakan bahwa warga terpaksa harus menempuh jalan yang lebih jauh ketika hendak bepergian dari desa itu. "Warga terpaksa harus memutar atau terpaksa mengarungi sungai ketika akan berpergian keluar kampung itu." Demikian yang dikatakan oleh Zenal, beberapa hari lalu.

Warga berharap Pemkab Cianjur segera membangun kembali jembatan itu, sehingga warga bisa melakukan aktivitas seperti semula.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, menjelaskan, pihaknya telah melaporkan soal jembatan ambruk di wilayah tersebut. Namun, dirinya tidak mengatakan kapan realisasinya karena kewenangan ada di instansi lain. "Kita sangat mengharapkan agar pemkab segera membangun kembali jembatan yang ambruk itu tahun ini, sehingga warga tidak terisolir," kata Asep. (FI)

KPU Tidak Akan Terima PPK Yang Telah Dua Kali Menjabat Dan Bermasalah

Pasundanradio.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur lakukan perekrutan bagi para PPK, KPPS dan juga PPS. Ini dilakukan menyusul telah keluarnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) antara lain yang mengatur tahapan, tatakerja, pemutakhiran data daftar pemilih. 

Berdasarkan rapat koordinasi tingkat propinsi tanggal 18 April 2015 lalu, pemilihan anggota PPK, PPS, dan KPPS untuk Pilkada serentah sekarang akan lebih selektif. "Bagi siapapun yang pernah menjabat sebagai anggota PPK selama dua kali mereka tidak berhak mendaftar kembali menjadi anggota PPK. Aturan ini tidak hanya berlaku bagi anggota PPK namun juga bagi anggota PPS dan KPPS." Demikian yang dikatakan oleh KPU Cianjur Anggy Shofia Wardhana, ketika ditemui di Kantor KPU Cianjur, Selasa (20/4/15).

Selain tidak diperbolehkan untuk yang ketiga kalinya, pihak KPU juga akan melihat para pendaftar apakah mereka memiliki catatan buruk ataukah tidak. "Berdasarkan aturan PKPU yang baru muncul, salah satu yang penting juga adalah ketika menjabat menjadi PPK, tidak pernah dipecat oleh DKPP. Kami akan memonitor rekam jejak para calon anggota," jelas Anggi.

Hal tersebut sebagai untuk dijadikan dasar bagi mereka yang mendaftar. "Ini merupakan bahan pertimbangan bagi kami dan ada kemungkinan mereka yang bermasalah tidak akan diterima," kata Anggi. (FI)

Hadapi Pilbup, KPU Cianjur Berkoordinasi Dengan Para Camat

Pasundanradio.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur melakukan rapat koordinasi (Rakor) penyelenggaraan pemilihan bupati (Pilbup) Cianjur, Senin (20/4/15). Rakor ini merupakan sosialisasi kepada seluruh camat untuk penyelenggaraan pilbup yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015.

Sosialisasi tersebut disampaikan terkait dengan telah diaturnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) antara lain yang mengatur tahapan, tatakerja, pemutakhiran data daftar pemilih. Dan ini merupakan sosialisasikan hasil rakor dengan KPU Provinsi. "Kita laksanakan rakor dengan para camat se Cianjur, karena tgl 17 April lalu telah launching di KPU RI bahwa pilkada serentak di 2015 ini akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015." Demikian yang dikatakan oleh Ketua KPU Cianjur Anggy Shofia Wardhana, ketika ditemui usai melaksanakan sosialisasi kepada para camat di Kantor KPU Cianjur, Jalan Ir H. Djuanda, Kabupaten Cianjur, Senin (20/4/15).

Selain itu juga kegiatan tersebut sebagai bagian dari koordinasi untuk mekakukan perekrutan anggota PPK, PPS dan juga KPPS. "Koordinasi dengan para camat bagaimanapun juga PPK merupakan bagian dari penyelenggaraan pemilu dan meminta bantuan kepada para camat untuk mensosialisasikan rekruitment ini PPK, PPS dan KPPS kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa mendaftar, jelas Anggy.

Sosialisasi tersebut disampaikan terkait dengan telah diaturnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) antara lain yang mengatur tahapan, tatakerja, pemutakhiran data daftar pemilih. (FI)

Operasi Massal Tingkatkan Kebersihan

Pasundanradio.com - Dalam upaya membangun kepedulian masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, harus didukung peran aktif pemerintah dan seluruh masyarakat sehingga tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya mewujudkan Cianjur yang bersih, sehat, tertib, indah, memikat dan berbudaya yang berbasis masyarakat dapat terwujud secara bertahap dan berkelanjutan.

Berdasarkan rapat koordinasi kebersihan  tanggal 13 April pemkab melaksanakan kegiatan Apel Operasi Bersih Massal di lingkungan pemerintah kabupaten Cianjur tahun 2015. "Kegiatan ini untuk lebih mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dan aparatur pemerintah, dalam membangun kembali kepedulian melalui pembinaan serta memberikan pemahaman akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan masyarakat Kabupaten Cianjur." Demikian yang dikatakan oleh bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, Sabtu (18/04/15).

Kegiatan tersebut juga merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya mewujudkan Cianjur yang bersih, sehat, tertib, indah, memikat serta untuk meraih kembali program penghargaan Adipura tahun 2014/2015.

Kegiatan Apel Operasi Bersih Massal ini dilanjutkan dengan penyerahan alat kebersihan dari Bupati Cianjur kepada komandan Kodim 0608 Cianjur secara simbolis dan diakhiri dengan pelepasan peserta kegiatan operasi bersih massal oleh Bupati Cianjur. Ada beberapa titik lokasi operasi kebersihan diantaranya adalah, Jln. Cokroaminoto, Pertigaan PLN Jln. Siliwangi, Jln. Ir. Juanda sampai Otista, Jln. AbdulaH Bin Nuh sampai Rancagoong dan Alun-alun Cianjur. (FI)

Dua Remaja Putri Diamanakan Petugas

Pasundanradio.com - Dua orang remaja akhirnya harus berurusan dengan petugas keamanan salah satu pusat perbelanjaan. Keduanya diamankan oleh petugas karena tertangkap tangan mengutil di salah satu tempat belanja di Jalan Abdulah bin Nuh Cianjur.

Menurut salah seorang petugas, saat itu pengujung sedang ramai. Dan salah seorang pramuniaga produk kosmetik melaporkan dua remaja putri tersebut. Kedua remaja tersebut ditangkap dengan barang bukti sejumlah produk kosmetik yang dimasukkan ke dalam tas mereka. "Awalnya kita mendapat laporan dari pramuniaga kosmetik. Setelah kita awasi, akhirnya keduanya kita amankan ke kantor." Demikian yang dikatakan oleh Heri, Sabtu (18/4).

Ditambahkannya bahwa, satu dari dua pelaku yang di amankan itu sebelumnya pernah juga ditangkap dengan kasus yang sama. "Modusnya sama, yaitu  pelaku pura-pura menjadi pengunjung. Disaat petugas lengah mereka langsung melakukan aksinya," tambahnya.

Kejadian pengutilan seperti itu kerap terjadi. Dikatakannya, dalam satu bulan bisa terjadi dua sampai tiga satu kali kejadian serupa. Untuk mempertanggungjawabkan aksinya tersebut, pihaknya akan menyerahkan kedua pelaku kepada pihak kepolisian. (FI)

Satpol PP Sedapat Mungkin Hindari Penggunaan Kekerasan

Pasundanradio.com - Polisi pamong praja mempunyai peran dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah antara lain yaitu menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum serta menegakkan peraturan daerah dan berbagai kebijakan kepala daerah.

Dalam melaksanakan tugasnya, satuan polisi pamong praja, hendaknya tetap berpedoman pada aturan. "Bertindak secara profesional melalui cara-cara persuasif, simpatik dan edukatif sehingga sedapat mungkin dihindari penggunaan kekerasan." Demikian dikatakan  Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh, dalam ketika menghadiri upacara Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja ke-65, di halaman Pendopo Pemkab Cianjur, Jum'at (17/4/15).

Ditambahkan juga bahwa keberhasilan pembinaan ketentraman dan ketertiban, khususnya yang dilakukan oleh polisi pamong praja, akan meningkatkan iklim yang kondusif. "Kondisi yang memungkinkan pemerintah dan rakyat melakukan kegiatan secara aman dan tentram, sebagaimana yang diharapkan," ucapnya. (FI)