WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

Masyarakat Sambut Festival Sarongge

Pasundanradio.com - Warga Sarongge sambut gembira dengan digelarnya kembali festival Sarongge. Sejak pagi warga sekitar sudah berada menunggu dihalaman rumah mereka. Festival ini merupakan agenda tahunan dimana selain untuk mengangkat tradisi budaya setempat diharapkan bisa sebagai promosi di wilayahnya.

Festival Sarongge di Desa Ciputri Kecamatan Pacet ini menampilkan berbagai kegiatan mulai dari pentas seni dan budaya, bazar dan juga puiluhan ayam pelung baik dari Cianjur serta beberapa kota lainnya. Kegiatan ini juga sebagai potensi yang bisa meningkatkan potensi daerah juga promosi berbagai produk Cianjur.

Festival Sarongge yang berlangsung selama dua hari yaitu pada Sabtu dan Minggu di penuhi warga baik dari wilayah sekitar maupun dari luar. Mereka selain memanfaatkan waktu libur juga untuk menghirup segarnya udara. Seperti Yeni (27) salah seorang warga dari Bandung. Dia menyempatkan diri untuk mengetahui kegfiatan rutin tahunan ini.

"Kebetulan sedang berlibur di Cipanas dan ada acara ini jadi penasaran seperti apa. Selain mengisi liburan ke tempat yang sejuk," ucapnya.

Sementara itu Kepala Desa Ciputri, Rohman mengatakan bahwa dirinya dan warga sangat bersyukur dengan terlaksananya kegiatan festival kampung Sarongge ini. Dirinya berharap dengan adanya festival ini bisa meningkatkan perekonomian warga serta perbaikan sarana umum.

"Jalan disini kurang baik mudah-mudahan pemjab Cianjur bukan hanya mengetahui hak ini tapi juga memperbaikinya," tuturnya.

Jamaah Haji Kloter 18 Asal Cianjur Disambut Isak Tangis Keluarga

Pasundanradio.com - Sebanyak 443 orang jamaah haji kloter 18 akhirnya tiba di Cianjur, Sabtu (24/9). Mereka tiba di Asrama haji Cianjur jalan Raya Bandung (Sadewata) Cianjur sesuai dengan jadwal semuka yaitu sekitar pukul 13.10 WIB. Kegembiraan pun terpancar baik dari jamaah mauipun keluarga merewka yang sudah cukup lama menunggu kepulangan.

Dari pantaun dilapangan, isak tangispun mewarnai penyambutan mereka. Salah satunya adalah Holisoh (55) tahun yang berangkat dengan suaminya. Mereka sudah sangat rindu dengan keluarga yang ditinggalkan ke tanah suci. Ia juga sangat bersyukur karena telah berkesempatan memenuhi panggilan Alloh untuk berhaji.

"Sewaktu berangkat sangat sedih dan swkarang sudah kembali Alhamdulillah. Mudah-mudahan keluarga juga bisa berangkat. Saya juga sangat ingin kembali untuk bisa kembali ke Mekkah," tuturnya.

Jalaah haji kloter 18 ini merupakan jamaah haji yang berangkat pada 15 Agustus lalu. Di kloter ini seluruhnya ada 444 orang namun 1 orang jamaah wafat. 

Longsor Di Cugenang Tutupi Jalan

Pasundanradio.com - Tingginya curah hujan yang turun di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang membuat tebing setinggi 10 meter ambruk, Minggu (24/9). Akibat longsor tersebut, jalan yang menghubungkan antara Mangun dengan Cianjur tidak dapat dilalui. Selain itu juga longsoran material tanah dan batu mengenai satu bangunan musola.

Danramil Cugenang, Kapt. Farid mengatakan, bencana tanah longsor ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, dimana sebelum kejadian sempat turun hujan deras. Material tanah menutupi jalan dan sempat memutuskan akses yang menghubungkan Mangunkerta dan Cianjur

"Longsor itu terjadi setelah sebelumnya terjadi turun hujan. Tanah dan batu memenuhi jalan dan sempat tidak bisa dilalui," ucapnya.

Namun demikian jalan bisa dilalui lembali setelah petugas dari BPBD Kabupaten Cianjur bersama warga, aparat TNI dan juga Kepolisian bahu membahu membersihkan material tanah longsor. Pembersihan material juga dibantu menggunakan dua unit alat berat. Tidak ada korban jiwa  dalam peristiwa tersebut tapi kerugian materil jutaan rupiah.

BPBD Himbau Masyarakat Untuk Selalu Siaga Bila Terjadi Hujan

Pasundanradio.com - Hujan yang terus mengguyur wilayah Cianjur membuat was-was masyarakat khususnya di wilayah yang biasa menjadi langganan longsor. Beberapa peristiwa pergerakan tanah pun terjadi bahkan hanya berselang sekitar satu minggu.

"Sepanjang bulan September ini sudah terjadi dua kali longsor. Yaitu di Desa Kemang Kecamatan Bojong Picung dan di Sindang Jaya Kecamatan Cipanas," kata Dedi Heryana, selaku Kasubag Humas BPBD Cianjur.

Dirinya menjelaskan kedua kejadian itu dipicu karena hujan yang turun dengan intensitas tinggi. Dari kejadian tersebut mengakibatkan kerugian berupa materi dan juga korban jiwa. Beberapa bangunan mengalami kerusakan dan satu orang meninggal dunia.

Wilayah Cianjur memang rentan terhadap berbagai bencana. Sebelumnya BPBD menyatakan bahwa ada ratusan titik rawan bencana yang tersebar di seluruh wilayah Cianjur khususnya di wilayah Cianjur Utara dan juga Cianjur Selatan. Ini berdasarkan hasil kajian yang dikeluarkan oleh BNPB Pusat. 

Pihaknya pun selalu menghimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah yang biasa menjadi langganan longsor ataupun banjir untuk selalu waspada bila terjadi turun hujan yang terus menerus. 

UMKM Berharap Dinas Terkait Bisa Lebih Berperan

Pasundanradio.com - Banyaknya produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Cianjur membuat Pemkab bermasud membuat industri kemasan. Nantinya semua produk dari Cianjur akan menggunakan kemasan yang seragam tentunya dengan produk dan jenis yang berbeda.

"Rencananya tahun depan akan membuat industri kemasan yang ter branding sama meski produk berbeda tapi secara sistemik dengan nama Cianjur," kat Bupati, Irvan Rivano Muchtar.

Cianjur sendiri memiliki banyak usahawan di berbagai jenis makanan maupun minuman. Namun dari sekian produk yang ada, belum ada penyeragaman dari para pengusaha dalam hal kemasan.

Disisi lain Adang Herry Pratidy yang merupakan Ketua Forum UMKM Cianjur, menuturkan kalau para pelaku UMKM di Cianjur ada ribuan. Namun begitu pihaknya berharap instansi terkait untuk dapat membantu para pelaku UMKM yang ada di Cianjur.

"Ya kita berharap Dinas terkait seperti Dinas Perdagangan Dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Cianjur untuk bisa memberikan arahan sehjingga produk yang dihasilkan UMKM bisa lebih menarik dan banyak diminati masyarakat," jelasnya.

Sabtu Pagi Jamaah Haji Akan Tiba

Pasundanradio.com - Kepulangan jamaah haji gelombang pertama dari kabupaten Cianjur tinggal beberapa hari lagi. Menurut rencana mereka akan tiba di Indonesia pada Sabtu 24 September mendatang. Persiapan pun dilakukan panitia keberangkatan haji dan umroh Kementerian Agama Kabupaten Cianjur.

"Menurut jadwal jamaah haji kloter 18 akan mendarat (Landing) sekitar pukul 8 pada Sabtu 24 September pagi," kata Abdul Rauf, selaku Kasi keberangkatan haji dan umroh Kemenag Cianjur.

Namun lanjutnya, mereka tidak akan membawa koper yang biasa mereka bawa. Koper dan barang bawaannya akan di kirim secara terpisah. Ini merupakan kebijakan baru dikarenakan ada pembangunan di bandara sehingga barang bawaanya dikirim ke daerahnya masing-masing.

Dengan adanya pembangunan diembarkasi sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu. Dengan demikian pihak panitialah yang akan mengumpulkan dan memilih barang bawaan para jamaah. Dengan kebijakan tersebut pihaknya akan direpotkan karena harus memilih koper jamaah.

"Kami sih berharap seperti tahun sebelumnya. Barang-barang masuk ke embarkasi setelah itu jamaah memilih kopernya. Begitu datang ke Cianjur mereka sudah tidak harus mencari-cari koper masing-masing," harapnya.

Dengan demikian, lanjut Abdul Rauf pihaknya harus melakukan penjagaan ekstra. Karena jamaah dan keluargnya akan direpotkan untuk mencari koper miliknya.

Prihatin, Jumlah Penderita HIV/ AIDS Di Cianjur Makin Bertambah

Pasundanradio.com - Ironis kota yang berjuluk kota santri namun jumlah pengidap HIV/AIDS di Cianjur makin bertambah. Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur mencatat setiap tahunnya pengidap HIV / AIDS terus bertambah. Pengidap penyakit yang belum ada obatnya ini bervariasi mulai dari remaja hingga dewasa.

"Infomasi dari Dinas Kesehatan sejak masuk Januari 2016 hingga Agustus yang terkena virus HIV AIDS bertambah sebanyak 67- 69 orang. Dan kemungkinan akan terus bertambah seperti tahun lalu," kata Brian, selaku pengelola program KPA Kabupaten Cianjur.

Prediksi pertambahan jumlah penderita HIV/AIDS di 2016 ini memang beralasan mengingat masih menyisakan sekitar 4 bulan lagi. Seperti diketahui bahwa penderita HIV/AIDS di Cianjur sudah pada tahap memprihatinkan karena penderita sudah menyebar ke seluruh wilayah Cianjur.

Adapun penderitanya bukannhanya dari kalangan masyarakat pada umumnya. Tapi juga beberapa kalangan yang bisa dianggap orang yang mengerti. Menurut Bian, mereka dari kalangan tertentu kebanyakan diakibatkan dari pola hidup yang kurangf baik. Sehingga yang sebelumnya tidak mengidap penyakit tersebut jadi terkena dan menularkan ke orang lain termasuk pasangan mereka.

Sebelumnya Sekretaris KPA Cianjur, H Hilman mengatakan bahwa hampir tidak ada wilayah di Cianjur yang tidak terkena virus mematikan ini terlebih di wilayah Cianjur Utara. Jumlah yang paling banyak penderita HIV/AIDS ada di tiga wilayah antara lain kecamatan Cianjur, Pacet dan Cipanas.