Slider

OUR SPONSOR

WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

Jelang Mudik Dan Balik Jumlah Ambulan Ditambah

Pasundanradio.com - Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam rangka arus mudik dan balik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Cianjur menambah jumlah ambulan. Sebanyak 10 ambulan disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan bila terjadi kecelakaan di wilayah Cianjur.

Penambahan ambulan ini merupakan hal yang perlu dimana setiap kegiatan mudik dan balik jumlah kendaraan yang lalu lalang khususnya di Cianjur akan mengalami peningkatan, meskipun hanya sebagai kota transit baik dari Jakarta menuju Bandung ataupun sebaliknya.

"Kita sudah siapkan ambulan. Agak berbeda dari tahun sebelumnya karena ada penambahan tiga ambulan dan total 10. Semuanya sudah siap untuk menghadapi arus mudik tahun ini," ucap Jajat Multazam, kepala instalasi pemulasaraan RSUD Cianjur.

Dijelaskannya kesiapan ini bukan tanpa alasan mengingat di tahun ini jumlah kecelakaan yang masuk mengalami peningkatan bertambah. Meski dirinya tidak berkehendak ada kecelakaan namun dirinya menjelaskan bahwa tahun ini sedikit berbeda.

"Kalau tahun lalu belum masuk puasa tidak ada yang masuk kesini (ruang pemulasaan, red) tapi tahun ini sudah ada 10 yang masuk. Makanya kita mendapat tambahan untuk mobile ke semua wilayah," jelasnya.

Nantinya beberapa ambulan akan bergerak secara bergantian untuk menyisir ke berbagai wilayah sebagai antisipasi bila terjadi kecelakaan. Namun tidak hanya untuk yang mengalami kecelakaan lalu lintas saja pihaknya pun akan siap membantu manakala ada masyarakat lainnya yang memerlukan pertolongan.

Kantung Mayat pun Disiapkan Sebagai Antisipasi Jatuhnya Korban

Pasundanradio.com - Menghadapi mudik dan balik 2016, berbagai persiapan dilakukan beberapa instansi di Cianjur. Tidak terkecuali yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Cianjur khususnya ruang instalasi forensik. Jauh-jauh hari pihaknya telah mempersiapkan kelengkapan baik ambulan juga sarana pendukung lainnya.

"Kita siapkan antara lain kantung mayat, kain kavan dan juga yang lainnya. Ini sebagai antisipasi bila terjadi kecelakaan sehingga menimbulkan korban jiwa," ucap J. Multazam.

Diungkapkannya bahwa untuk tahun ini pihaknya lebih siap dengan berbagai pendukung yang sebelumnya dirasa masih kurang. Diakuinya untuk bahwa pihaknya sangat memerlukan kantong mayat dikarenakan selama ini bila terjadi kecelakaan dimasukan dalam kantong miliki kepolisian.

"Bersyukur untuk tahun ini kita memiliki kantong dengan jumlahnya ada seratus kantong. Untuk kain kavan juga kita sediakan 50 rol kain," 

Selain itu juga pihaknya telah menyiapkan freezer bila ada korban yang diperlukan.

THR Jangan Diundur Bila Perusahaan Tidak Mau Kena Sanksi

Pasundanradio.com - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigras (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, akan memberikan sanksi kepada setiap perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Cianjur bila menunda-nunda kewajibannya dalam membayaran tunjangan hari raya (THR) bagi setiap karyawannya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigras (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, Sumitra terkait kewajiban perusahaan kepada karyawan. Dirinya menuturkan bahwa hal itu sudah tercantum dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 tahun 2016.

"Perusahaan wajib membayarkan THR kepada karyawannya. Jangan sampai diundur-undur. Bila tidak perusahaan tersebut akan dikenakan sanksi baik pemanggilan bahkan denda sesuai dengan aturan," jelasnya.

Adapun THR yang wajib dibayarkan setiap perusahaan kepada karyawannya bervariasi sesuai dengan masa kerjanya. Bagi mereka yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional.

"Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih maka mendapat THR satu bulan upah," jelasnya.

Meski demikian melihat dari tahun lalu pihaknya belum menerima laporan terkait dengan hak pegawai yang tidak dibayarkan perusahaan yang ada di Cianjur.

Mau Belanja, Hati-Hati Barang Kadaluarsa

Pasundanradio.com - Masyarakat dihimbau untuk selalu memeriksa setiap produk konsumsi makanan dan minuman. Hal ini dimaksudkan agar tidak menyesal ketika telah berada di rumah. Terkadang di bulan puasa ada produsen yang memanfaatkan situasi dengan menjual produk lama bahkan telah kadaluarsa.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten menghimbau untuk selalu mengecek tanggal berlakunya terhadap berbagai kebutuhan konsumsi. Mereka sengaja ataupun tidak untuk mendapatkan keuntungan.

"Sebelum membeli makanan atau minuman terlebih dahulu melihat atau cek tanggal kadaluarsanya. Apakah masih bisa dikonsumsi ataukah tidak," kata Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur, Judi Adinugroho.

Dirinya juga mengingatkan agar menjadi konsumen yang pintar dengan selalu melihat tulisan baik tanggal berlaku juga kandungan yang terdapat dalam setiap produk sebelum memutuskan membeli. Judi juga mengingatkan kepada produsen agar jangan sekali-kali mencoba menjual produk yang rusak sehingga bisa merugikan konsumen. Karena bila merugikan konsumen terntu akan berhadapan dengan hukum.

Puluhan Sopir Ikuti Tes Urin

Pasundanradio.com - Guna mendukung kelancaran arus Mudik Lebaran dan keselamatan para penumpang, sesuai edaran Kepala BNN RI, melaksanakan kerjasama Operasi Ramadniya 2016 Gabungan Satlantas Polres Cianjur dan Dishubkominfo serta Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur untuk melakukan tes urine. 

Selain itu juga dalam dilaksanakan pemeriksaan kesehatan fisik terhadap para pengendara (sopir) bus, pemeriksaaan surat-surat dan kondisi kendaraan, di Terminal Rawa Bango Cianjur. Dari 25 pengemudi yang telah kita lakukan test urine, hasil pemeriksaan semuanya dinyatakan negatif. 

"Mereka merupakan para pengemudi bus Antar Kota Dalam Provinsi dan Antar Kota Antar Provinsi. Operasi gabungan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada para penumpang bus dan memberikan keselamatan dengan “menjaga” pengemudi dari penyalahgunaan narkoba," kata kepala BNNK Cianjur, Hendrik.

Sementara itu, Kanit Lantas Polres Cianjur, Wahyudin menyatakan bahwa Operasi Ramadniya 2016 merupakan bentuk antisipasi untuk menekan angka kecelakaan agar para pemudik bisa sampai tempat tujuan dengan selamat.

"ini penting sesuai edaran Kepala BNN RI ini dilakukan terhadap supir untuk menekan angka kecelakaan lalulintas yang banyak merenggut korban di jalan lintas," katanya.

Daging Impor Tidak Diminati Pembeli

Pasundanradio.com - Meski pemerintah telah melepaskan daging sapi beku dalam jumlah yang cukup namun pembeli daging yang di es itu tidak banyak diminati. Pedagang daging sapi di pasar Cianjur mengatakan bahwa daging sapi beku kurang laku dijual. Para pedagangpun tidak akan bejualan daging import tersebut meaki harganya lebih murah.

"Meski agak murah tapi agak susah jualnya. Pembeli lebih milih daging sapi lokal. Mungkin karena segar," kata Muhtar, salah seorang pedagang daging sapi di pasar ramayana.

Dirinya menuturkan bahwa meski dengan harga yang lebih mahal, tidak khawatir kalau daging sapi lokal akan sepi pembeli. Pembeli lebih memilih daging sapi lokal karena kondisinya segar. Terlebih hari raya Idul Fitri yang tidak lama lagi dia sangat yakin kalau pembeli akan memilih daging lokal.

"Pembeli masih cukup banyak. Mungkin karena keinginan dari mereka untuk sahur dan buka puasa. Dan saya yakin kalau pembeli lebih memilih daging sapi lokal. Kemungkinan kita akan kekeurangan dengan permintaan mau lebaran nanti," ucapnya.

Jamaah Masjid Agung Sumbang Untuk Palestina

Pasundanradio.com - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang baik bagi siapapun yang ingin beramal. Demikian juga yang dilakukan jamaah Masjid Agung Cianjur. Mereka secara iklas memberikan sumbangan terlebih bagi saudaranya yang sedang ditimpa kesulitan.

Kesempatan tersebut digunakan kepada saudara yang berada di Palestina. Ulama Palestina Syeh Asri Muhammad Hasan serta rombongan di sambut baik oleh Bupati di pendopo Kabupaten Cianjur, Selasa (21/06/16). Setelah melaksanakan sholat Ashar terkumpul sebesar Rp 147.650.000, dari para jamaah masjid Agung sebagai bantuan bagi saudara-saudara yang ada di Palestina.

Masyarakat Cianjur merasa beruntung karena kondisinya tidak seperti di Palestina dimana gangguan dari pasukan tentara israel masih terjadi. Demikian juga dengan bunyi peluru yang selalu terdengar yang dilancarkan oleh zionis israel.

"Di kabupaten Cianjur melakukan aktifitas apapun termasuk melakukan sholat sangat aman nyaman, suasana inilah yang mereka di Palestina tidak dipunyai, itulah sekilas gambaran intinya kita warga Cianjur harus banyak bersyukur," kata bupati.