WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

PENGUMUMAN PEMENANG ENTROSTOP JINGLE CONTEST

terima kasih banyak Buat para pihak yang telah ikut berpartisipasi dan mengirimkan karya nya dalam Entrostop Jingle Contest ini,Sehubungan dengan itu maka kami Umumkan Para pemenang dan Juga tekhnis pengambilan Hadiah nya,untuk informasi pemenang silahkan simak pada daftar pemenang Berikut ini :


Untuk Detail & teknis Cara pengambilan Hadiah nya silahkan anda download pada link Berikut ini : Download di sini

BNPB Gandeng Komunitas Akan Bersihkan Sungai

Pasundanradio.com - Kondisi sungai yang kotor akibat limbah pabrik dan rumah tangga membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berusaha untuk melestarikan sungai. Banyak industri yang sengaja membuang limbahnya ke sungai membuat kondisi air bukan hanya kotor namun juga bau.

Hal ini diakibatkan karena tidak sadarnya para pengusaha dan juga masyartakat sehingga kondisi sungai menjadi seperti sekarang. Sampai-sampai ikan pun ikut tercemar bahkan ada yang tidak bisa hidup karena banyaknya limbah yang dikeluarkan.

"Sungai-sungai itu dulunya bersih dan banyak ikan didalamnya tapi sekarang tidak. Banyaknya pabrik-pabrik industri yang berdiri membuat air sungai tidak lagi bersih ditambah lagi sampah rumah tangga yang dibuang," jelas Diah Hadianti selaku Kasi Kesiap Siagaan BPBD Cianjur.

Dia bersama jajarannya berniat melakukan kegiatan agar sungai-sungai yang ada di Ciannur bisa kembali bersih. Bersama beberapa komunitas yang ia gandeng akan menyusuri beberapa sungai yang dianggap sudah dalam taraf memprihatinkan.

"Sudah ada enam komunitas yang terbentuk dan bersedia untuk bekerjasama. Mereka nantinya akan membersihkan sungai terutama limbah rumahtangga yang berada di beberapa sungai," katanya.

Selain membersihkan sungai setiap komunitas juga nantinya akan menanam secara hidroponik dan memanen air hujan yang banyak manfaatnya. Penyebarluasan akan pentingnya pengelolaan sungai juga harus diterapkan kepada aparatur.

Santri Sambut Positif Adanya HSN

Pasundanradio.com - Ratusan santri dari 5 Kecamatan di Cianjur mengikuti kegiatan berbagai lomba dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) di pondok pesantren Al - Riyadl Cipanas, Rabu (19/10). Lomba yang diselenggarakan antara lain marawis, hadroh, musikalisasi puisi, dan dakwah.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Riyad, Kh. Pipin S Aripin menjelaskan bahwa hal ini menjadi satu kebahagiaan bagi para santri terutama kalangan pesantren karena disahkannya hari santri nasional pada 22 Oktober. Dan ini memberikan satu penghargaan atas perjuangan santri.

Pihak pesantren berterima kasih kepada presiden Joko Widodo yang telah mengesahkan HSN, yangmana santri diberikan satu ruang dan waktu untuk mengevalusi dan mengadakan perlombaan yang bertemakan Islam.

''Seperti lomba dakwah, kesenian Islam, musikali puisi, dan lain sebagainya,'' jelasnya.

Dia mengatakan, NU bekerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Cianjur, Dandim, Polres, MUI, dan Kejari yang merupakan satu dukungan kepada para kaum sarungan agar bangga menjadi santri.

"Hal ini menjadi daya tarik untuk para santri agar tetap semangat untuk belajar, serta semangat untuk mondok lagi,'' katanya.

Sementara itu Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu berharap agar kaum sarungan bangga menjadi santri dan bisa menjadi generasi yang berguna bagi agama dan negaranya.

Perum DAM (PDAM) Tirta Mukti Cianjur Pecat Sejumlah Karyawannya

Pasundanradio.com - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur pecat sejumlah karyawannya. Pemecatan ini dikarenakan mereka tersangkut berbagai kasus. Diantaranya adalah penipuan kepada calon pelanggan. Dimana mereka dijanjikan akan dipasang air ledeng dengan diharuskan membayar sejumlah uang.

"Cukup banyak yang dipecat sekitar 20 orang," kata salah seorang karyawan di instansi tersebut yang enggan di publikasikan.

Dijelaskannya bahwa diantara calon pelanggan memang ada yang dipasang namun mereka tidak diberikan kwitansi pembayaran ataupun juga struk. Calon pelanggan dijanjikan dipasang dalam waktu satu hari namun dengan diharuskan membayar uang dalam jumlah besar jauh diatas tarif yang ditentukan. Namun ketika mereka akan membayar bulanan ternyata tidak tercantum.

Dirinya menuturkan bahwa cukup banyak pengaduan dari masyarakat yang masuk ke kantornya dimana mereka sudah ditipu. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena orang yang melakukan penipuan ke sejumlah calon pelanggan sudah dipecat. Selain dipecat diantara mereka juga ada yang terkena sanksi lainnya.

"Ada yang sebelumnya dipindahkan ke cabang lainnya. Dan ternyata ditempat lain pun melakukan hal yang serupa. Diantara mereka juga ada yang diturunkan jabatannya karena kasus lain," jelasnya.

Untuk mengantisipasi terulang kembali kejadian serupa, dia berpesar kepada calon pelanggan apabila akan memasang sebaiknya langsung ke kantor,  baik pusat maupun cabang terdekat dan jangan melalui perantara meskipun dia bekerja di kantor tersebut.

Waspada Bahaya LGBT Di Sekitar Kita

Pasundanradio.com - Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa (YPnDD) melaksanakan seminar Anti LGBT di setiap sekolah dampingan, Selasa (18/10). Salah satunya dilaksankan di MI Al-Ikhlas di kampung Gunung Putri Desa Sukatani Kecamatan Pacet.

Sekolah yang sedang menjalankan program Sekolah Literasi Indonesia (SLI) ini didampingi satu guru konsultan untuk dijadikannya sebagai sekolah model Sekolah Literasi Indonesia. Seminar Anti LGBT di sekolah dampingan tersebut diikuti 35 peserta yang terdiri dari para pengajar, staf MI Al-Ikhlas dan beberapa perwakilan sekolah lain.

"Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya LGBT sekarang. Ada beberapa negara yang melegalkan hal tersebut. Namun ini menyimpang dari ajaran Agama Isalam. Maka kami berusaha untuk bersama-sama menjaga fitrah.” jelas Benning, Guru Konsultan.

Seminar dengan tema “Menjaga Fitrah, Merangkul Korban, Menolak Legalisasi” ini dihadiri juga perwakilan dari aparat desa, anggota komite dan pengurus yayasan bertujuan memberikan pemahaman tentang bahaya LGBT, terbentuknya komunitas anti LGBT, juga diperoleh data dari peserta untuk edukasi LGBT di tahun berikutnya.

Terakhir Benning mengajak semua pihak untuk menjaga generasi bangsa dari kekerasan seksual dan bahaya LGBT. 

Delapan Drum BBM Disita Sebagai Barang Bukti

Pasundanradio.com - Sebanyak 8 drum berisi premium berhasil digagalkan oleh kepolisian resort (Polres) Sindangbarang, Sabtu (15/10). Drum berisikan bahan bakar minyak (bbm) itu diselunduplkan dari wilayah Cianjur selatan untuk dijual di Garut.

"Masing-masing wilayah memiliki kuota dan itu sudah jelas. Mereka menyelundupkan bbm pastinya melanggar undang-undang tata niaga," kata Kapolres Cianjur, Akbp Asep Guntur Rahayu.

Ini diketahui bermula dari kecurigaan petugas terhadap kendaraan mobil yang mengangkut drum. Petugas kemudian memeriksanya hingga akhirnya mobil itu diketahui membawa dum yang berisikan bbm jenis premium yang akan dijual ke wilayah lain.

"Barang bukti saat ini sudah kami amankan. Dan kasus ini masih dalam tahap pengembangan, sehingga kami belum bisa menyebutkan identitas di balik penyelundupan ini," jelasnya.

Pihak kepolisian saat ini sedang mencari keterangan dari para pelaku dan melakukan pengembangan guna mengetahui otak dibalik penyelunduan.

Perda Akan Batasi Pekerja Wanita

Pasundanradio.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan batasi jumlah pekerja perempuan. Pembatasan jumlah pekerja ini akan dituangkan dalam peraturan daerah (Perda). Hal ini diapresiasi oleh anggota DPRD Cianjur, Ence Deni Nuryadi. Menurutnya kebijakan ini sudah seharusnya diberlakukan mengingat Cianjur sudah dibanjiri wanita pekerja pabrik.

Dengan banyaknya pekerja wanita seperti sekarang ini menjadi sedikit tersedia lapangan pekerjaan untuk kaum laki-laki. Perda tentang ketenagakerjaan di Cianjur nantinya akan memberikan porsi justru lebih banyak kaum laki-laki. 

“Perbandingan persentasenya mungkin 70 persen untuk laki-laki dan 30 persen perempuan. Karena mungkin pertimbangan bupati, perempuan lebih baik kembali mengurus rumah tangga," katanya.

Cianjur hingga kini terus membangun pabrik-pabrik meski di tanah yang produktif untuk pertanian. Seperti diketahui bahwa mayotitas pekerjanya adalah kaum wanita. Mereka tidak jarang dimanfaatkan perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memeras keringat dengan memberlakukan jam lembur diluar batas wajar. Bahkan tak sedikit yang memberlakukan jam kerja malam hari.