Slider

DEDENGKOT

WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

BPBD Cianjur Buka Posko Siaga Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Pasundanradio.com - Untuk mempercepat penanganan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur membuka posko siaga Bencana Banjir dan Tanah Longsor. Posko tersebut di buka selama 24 jam untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam yang kerap terjadi di semua wilayah Kabupaten Cianjur. 

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, pihaknya meminta warga untuk bersiaga dan mewaspadai terjadinya bencana. "Tidak hanya di Desa Karyamukti saja, tetapi wilayah yang beresiko bencana alam kita lakukan pengawasan dan pemantauan." Demikian yang dikatakan Asep, Selasa (31/3/15).

Asep menambahkan pihaknya juga terus melakukan pengawasan dan pemantauan di sejumlah wilayah yang dinilai resiko bencana, baik banjir bandang atau tanah longsor. Adapun jumlah rumah yang terkena banjir dan longsor di Desa Karyamukti ada sekitar 68 unit rumah yang dihuni sekitar 223 jiwa. "Dari hasil pendataan yang kita lakukan ada 68 rumah, namun kondisinya hanya rusak ringan saja, serta dua bangunan mesjid dan dua hektar sawah yang terendam akibat banjir bandang," ucapnya.

Dikatakan juga bahwa, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pembersihan material longsoran tanah yang sempat memutus jalan menuju Cianjur selatan tersebut dengan menggunakan peralatan berat. "Longsoran tanah terjadi di delapan titik, dan kita terus melakukan pembersihan material longsoran. Namun, kini kondisinya sudah dapat dilalui oleh mobil," jelas Asep.

BPBD mengimbau khususnya kepada warga di beberapa kampung di Desa Karyamukti, agar selalu bersiaga. Peringatan tersebut dikeluarkan guna mengantisipasi terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor yang mungkin saja akan terjadi sewaktu-waktu. (FI)

Komplotan Curanmor Dan Curas Berhasil Diringkus

Pasundanradio.com - Berbagai kasus yang terjadi di wilayah Polres Cianjur berhasil diungkap. Salah satu yang paling menojol yaitu kasus pencurian kendaraan bermotor. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Polres Cianjur menciduk 8 orang pelaku pencurian bermotor (Curanmor) ditangkap di beberapa wilayah Cianjur. 

Dalam aksinya para pelaku melakukan kejahatan baik di jalan maupun di kantor-kantor. "Sebagian pelaku curanmor beraksi di wilayah Cianjur kota, Karangtengah, ada juga di Cianjur selatan seperti Takokak." Demikian yang dikatakan oleh Kapolres Cianjur, Akbp. Dedy Kusuma Bakti, seusai menggelar ekspos yang berlangsung di halaman Mapolres Cianjur, jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Senin (30/3/15).

Kapolres menambahkan bahwa bisa ada keterkaitan dengan jaringan antar daerah. "Curanmor biasanya membuang hasil curiannya di daerah lain, dimana antara pencuri/pemetik istilahnya dengan penadah bisa berlainan tempat tapi bisa juga dari daerah yang sama," jelas Dedy.

Sebanyak 8 kendaraan sepedah motor berbagai merek disita oleh kepolisian sebagai barang bukti kejahatan. Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan. 

Selain kejahatan curanmor ada pelaku pencurian dengan kekerasan dan juga pembobolan terhadap kantor. Sejumlah barang bukti berupa laptop dan juga peralatan kantor lainnya di sita polisi. Mereka berhasil ditangkap di beberapa wilayah yang merupakan hasil kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas). Untuk tindak pidana curas dikenakan hukuman lebih tinggi. "Untuk kasus curas ini para pelaku dijerat dengan pasal 365 dengan kurungan 13 tahun," katanya. (FI)

Pelaku Penipuan Kupon Berhadiah Berhasil di Tangkap Polres Cianjur

Pasundanradio.com - Tiga dari empat pelaku penipuan hadian dalam mie instan, berhasil di bekuk oleh Kepolisian Resort Cianjur. Dari ketiga pelaku yang ditangkap, satu diantaranya yaitu anak masih dibawah usia. Mereka berinisial D (34), A (43) dan Y (17). 

Kapolres Cianjur Akbp. Dedy Kusuma Bakti, mengatakan bahwa modus pelaku dengan memasukkan kupon ke dalam mie instan. "Pelaku ini membuat kupon sendiri dengan menggunakan mesin printer, dan dimasukkan ke dalam mie instan baik yang bungkus maupun cup," ucap kapolres, Senin (30/3/15).

Dedy menambahkan bahwa, para pelaku menggunakan berbagai pihak dalam melancarkan aksinya. "Dalam kupon tersebut pelaku mencantumkan izin, pejabat dan juga pihak terkait lain, layaknya undian resmi," tambahnya.

Lanjut Kapolres, ketiganya berhasil di tangkap di wilayah polsek Ciranjang, dimana korban telah mengirimkan sejumlah uang. "Korbannya baru satu orang yangmana dia telah mengirimkan sejumlah uang yang katanya buat adminstrasi," lanjur Kapolres.

Kepolisian resort Cianjur masih memburu satu pelaku lainnya dan mengembangkan kasus ini karena diperkirakan mereka melakukan aksinya tidak hanya berempat. "Ya kami masih memburu satu orang lagi yang masih buron dan mengembangkan kasus ini. Kami yakin ini merupakan jaringan," jelasnya.

Dari hasil penangkapan ini, jajaran polres Cianjur berhasil menyita beberapa laptop, telepon selular, printer, ribuan kupon yang belum diedarkan, serta puluhan modem. Para pelaku yang ditangkap dikenakan pasal 372 dan 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (FI)

Perda No 3 Tahun 2014, Diharapkan Dapat Optimalkan Pendidikan Agama Islam

Pasundanradio.com - Negara menyadari keanekaragaman model dan bentuk pendidikan yang ada di bumi nusantara. Salah satu ciri khas pendidikan di indonesia yaitu dengan adanya lembaga pendidikan pesantren. Secara historis, pesantren telah ada dalam waktu yang relatif lama. Sebagai lembaga pendidikan diniyah, maka pesantren menjadi tumpuan utama dalam proses peningkatan kualitas ke Islaman masyarakat.

“Saya menyambut baik kegiatan launching ini karena tujuan dari pendidikan nasional menurut undang-undang adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab." Demikian yang dikatakan Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, saat membuka Launching Perda N0 3 Tahun 2014, tentang Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an, yang dilaksanakan di halaman Pendopo Pemkab Cianjur, Sabtu (28/3/15).

Lanjut bupati, pendidikan diniyah adalah pendidikan agama Islam yang diharapkan mampu secara terus menerus memberikan pendidikan dan pembinaan keagamaan kepada anak didik yang tidak terpenuhi pada jalur formal. Selain itu pendidikan diniyah dalam banyak hal dilakukan oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Dalam kerangka inilah, maka kelayakan mengajar bagi para gurunya merupakan hal yang prioritas. penyelenggaraan dan pembekalan bagi guru-guru madrasah diniyah tentang materi, metode dan strategi pembelajaran yang menarik dan disesuaikan dengan kompetensi daerah, adalah sebuah keharusan.

Bupati menghimbau diperlukan kerjasama semua fihak untuk lebih mengoptimalkan pemberdayaan pendidikan diniyah dan taman pendidikan Al-Qur’an sebagai sarana untuk mewujudkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlaq mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan demokratis serta bertanggungjawab. (FI)

Sejumlah Rumah di Wilayah Cianjur Terendam Banjir Bandang dan Tanah Longsor

illustrasi
Pasundanradio.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, dibantu anggota TNI/Polri, relawan serta warga ikut membantu mengevakuasi warga yang terjebak luapan air. Ini diakibatkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cianjur pada Sabtu (28/3/14). Dari kejadian tersebut mengakibatkan dua kecamatan terkena bencana alam yaitu longsor dan juga banjir. 

Adapun dua kecamatan yang terkena bencana tersebut, yaitu Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Campaka. Dari informasi yang dihimpun CianjurNewsFlash, banjir bandang menerjang Kampung Handeueul, Desa Songgom, Kecamatan Cibeber, yangmana ratusan petak sawah dan rumah milik warga terendam air, akibat luapan dari Sungai Cikondang dan merendam sawah serta rumah milik warga setinggi 50 cm sampai 100 cm. "Ada satu rumah yang dihuni seorang kakek terendam, kita fokus untuk evakuasi dengan menggunakan tambang dan pelampung." Demikian yang dikatakan oleh Asep, yang merupakan relawan BPBD, saat dihubungi lewat telpon, Sabtu (28/3/15) malam.

Banjir bandang terjadi akibat meluapnya air Sungai Cikondang yang ada di wilayah itu. "Diduga akibat intensitas hujan yang cukup tunggi, dan mengakibatkan volume air Sungai Cikondang meluap dan merendam persawahan dan rumah warga dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih," jelas Asep.

Di lokasi berbeda yaitu di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, juga terjadi bencana tanah longsor yang melanda beberapa kampung, diantaranya Kampung Cibeureum, Kampung Babakan, dan Kampung Wangunjaya. "Tanah longsor terjadi di dua kampung, yaitu Kampung Cibeureum dan Kampung Babakan yang menyebabkan akses jalan kabupaten menuju wilayah ini sulit dilewati," ucap Andri, selaku Sekdes Karyamukti.

Terdapat delapan titik lokasi tanah longsor dan satu jembatan di Kampung Wangunjaya, Desa Karyamukti ambruk tergerus longsor. "Hingga kini kita masih menunggu bantuan alat berat (loader) dari Dinas Bina Marga Cianjur. Selain jembatan ambruk, satu rumah warga juga terancam longsor di Kampung Wangunjaya," tuturnya.

Dia berharap, Pemkab Cianjur segera melakukan upaya untuk membuka akses jalan dan membantu warga karena seluruh akses jalan tertutup longsoran tanah bercampur bongkahan batu. "Kita harapkan, pemkab dapat cepat dan tidak berlama-lama dalam melakukan evakuasi dan bantuan kepada warga. Karena, warga sangat membutuhkannya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, menyebutkan, ada sekitar 223 jiwa di tujuh kampung di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur diminta waspada. Ini dilakukan terkait banjir bandang yang merendam sekitar 68 rumah dan longsor yang terjadi di delapan titik akibat curah hujan yang tinggi di kampung tersebut.

Asep mengungkapkan, banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB itu mengakibatkan aliran Sungai Sudi meluap dan merendam 68 rumah di tujuh kampung tersebut. Hujan juga mengakibatkan longsor yang menutupi badan jalan menuju desa Karyamukti di delapan titik longsoran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, dan sejak Minggu, sejumlah warga dibantu BPBD dan Kepolisian sudah membersihkan longsoran dan kotoran yang dibawa banjir. "Sudah bisa dibuka kembali dengan menggunakan alat berat. Warga juga sudah bisa beraktifitas kembali," kata Asep, saat dihubungi wartawan, Minggu (29/3/15).

Namun, jelas Asep, pihaknya masih terus melakukan pengontrolan di lokasi. Dikhawatirkan dampak banjir bandang tersebut mengakibatkan potensi pergerakan tanah. Sebagian warga pun diakuinya sudah mengungsi ke rumah saudaranya yang berlokasi di dataran yang lebih aman. "BPBD pun terus memantau pergerakan tanah. Dan mengimbau kepada warga agar tetap waspada," ucapnya. (FI)

Potensi Ikan Koi Unggul Dari Cianjur

Pasundanradio.com - Sungguh beruntung Kabupaten Cianjur memiliki berbagai macam potensi unggul. Baik itu tanaman (beras dan juga berbagai macam bunga) ternak (ayam, domba, sapi dll) juga tidak kalah yaitu di sektor perikanan. Potensi perikanan memang cenderung pada ikan laut. Namun demikian ikan hias dari Cianjur memiliki potensi yang sangat unggul.

Potensi perikanan begitu menjanjikan dalam hal ini budidaya ikan hias koi. "Untuk pemasarannya cukup banyak, baik lain lokal hingga keluar Pulau Jawa." Demikian yang dikatakan oleh Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Cianjur, Djoni Rozali, Jum'at (27/3/15).

Djoni menambahkan, meski kebanyakan warga Cianjur menekuni budidaya perikanan darat antara lain, ikan mujair, nila, gurame dan lele, namun sebenarnya ikan hias koi memiliki potensi ekonomi yang besar. "Untuk ikan hias Koi hasil budidaya petani Cianjur merupakan ikan Koi dengan kualitas super yang banyak di cari para kolektor ikan Koi," ucapnya.

Adapun yang menjadi sentra ikan hias di Kabupaten Cianjur, diantaranya Kecamatan Cipanas, Pacet dan Cugenang. Hal ini dikarenakan kondisi air di wilayah tersebut sangat cocok untuk pembudidayaan ikan hias. Bahkan, kata Djoni, kualitas Koi Cianjur lebih baik dibandingkan dengan Koi yang berasal dari Blitar, Jawa Timur. "Jika Koi dari Blitar kalau sudah besar warnanya akan pudar, sementara Koi kita (Cianjur, red) warna justru akan lebih muncul," jelasnya. (FI)

Mantan Pimpinan ISIS Regional Indonesia, dari Cianjur, Terancam 4 Tahun Penjara

Pasundanradio.com - Setelah berkas perkara kasus yang mendera ketua umun Gerakan Reformis Islam (Garis) dilimpahkan ke Kejasaan Negeri (Kejari) Cianjur, H. Chep Hernawan yang juga merupakan mantan pimpinan ISIS regional Indonesia, tinggal menunggu proses persidangan. Terhitung hari Kamis (26/3/15) ini, H. Chep Hernawan yang di tuduh melakukan penipuan sebesar Rp 150 juta terhadap warga asal Lampung berinisial T, di pidahkan dari ruang tahanan mapolres Cianjur ke Lembaga Pemasyarakatan

Dari hasil penyidikan dari pihak kepolisian, H. Chep akan dikenakan pasal penipuan dan penggelapan. "Sesuai hasil berkas perkata penyidikan polisi, pasal yang diterakan itu adalah 372 atau 378 yaitu penipuan atau penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun." Demikian yang dikatakan oleh Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, Marolop, Kamis (26/3/15).

Pihak Kejari belum bisa memastikan kapan proses persidangan kasus tersebut akan digelar. Namun pihaknya untuk sementara akan melakukan penahanan sesuai dengan kebutuhan. "Sesuai dengan kewenangan penuntut umum penahanannya 20 hari tapi kalau memang masih dibutuhkan bisa diperpanjang juga sesuai kebutuhan," ucapnya.

Meski demikian pihaknya belum mengetahui apakah ada permohonan penangguhan penahanan atau tidak. Namun, lanjut Marolof, penangguhan penahanan itu harus diminta oleh yang bersangkutan atau melalui penasehat hukum. "Penangguhan penahanan tersangka merupakan hak, penasehat hukumnya bisa mengajukan. Tapi sampai sekarang belum ada pengajuan baik pribadi maupun melalui penasehat hukumnya," jelasnya. (FI)