WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

BPBD Himbau Masyarakat Untuk Selalu Siaga Bila Terjadi Hujan

Pasundanradio.com - Hujan yang terus mengguyur wilayah Cianjur membuat was-was masyarakat khususnya di wilayah yang biasa menjadi langganan longsor. Beberapa peristiwa pergerakan tanah pun terjadi bahkan hanya berselang sekitar satu minggu.

"Sepanjang bulan September ini sudah terjadi dua kali longsor. Yaitu di Desa Kemang Kecamatan Bojong Picung dan di Sindang Jaya Kecamatan Cipanas," kata Dedi Heryana, selaku Kasubag Humas BPBD Cianjur.

Dirinya menjelaskan kedua kejadian itu dipicu karena hujan yang turun dengan intensitas tinggi. Dari kejadian tersebut mengakibatkan kerugian berupa materi dan juga korban jiwa. Beberapa bangunan mengalami kerusakan dan satu orang meninggal dunia.

Wilayah Cianjur memang rentan terhadap berbagai bencana. Sebelumnya BPBD menyatakan bahwa ada ratusan titik rawan bencana yang tersebar di seluruh wilayah Cianjur khususnya di wilayah Cianjur Utara dan juga Cianjur Selatan. Ini berdasarkan hasil kajian yang dikeluarkan oleh BNPB Pusat. 

Pihaknya pun selalu menghimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah yang biasa menjadi langganan longsor ataupun banjir untuk selalu waspada bila terjadi turun hujan yang terus menerus. 

UMKM Berharap Dinas Terkait Bisa Lebih Berperan

Pasundanradio.com - Banyaknya produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Cianjur membuat Pemkab bermasud membuat industri kemasan. Nantinya semua produk dari Cianjur akan menggunakan kemasan yang seragam tentunya dengan produk dan jenis yang berbeda.

"Rencananya tahun depan akan membuat industri kemasan yang ter branding sama meski produk berbeda tapi secara sistemik dengan nama Cianjur," kat Bupati, Irvan Rivano Muchtar.

Cianjur sendiri memiliki banyak usahawan di berbagai jenis makanan maupun minuman. Namun dari sekian produk yang ada, belum ada penyeragaman dari para pengusaha dalam hal kemasan.

Disisi lain Adang Herry Pratidy yang merupakan Ketua Forum UMKM Cianjur, menuturkan kalau para pelaku UMKM di Cianjur ada ribuan. Namun begitu pihaknya berharap instansi terkait untuk dapat membantu para pelaku UMKM yang ada di Cianjur.

"Ya kita berharap Dinas terkait seperti Dinas Perdagangan Dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Cianjur untuk bisa memberikan arahan sehjingga produk yang dihasilkan UMKM bisa lebih menarik dan banyak diminati masyarakat," jelasnya.

Sabtu Pagi Jamaah Haji Akan Tiba

Pasundanradio.com - Kepulangan jamaah haji gelombang pertama dari kabupaten Cianjur tinggal beberapa hari lagi. Menurut rencana mereka akan tiba di Indonesia pada Sabtu 24 September mendatang. Persiapan pun dilakukan panitia keberangkatan haji dan umroh Kementerian Agama Kabupaten Cianjur.

"Menurut jadwal jamaah haji kloter 18 akan mendarat (Landing) sekitar pukul 8 pada Sabtu 24 September pagi," kata Abdul Rauf, selaku Kasi keberangkatan haji dan umroh Kemenag Cianjur.

Namun lanjutnya, mereka tidak akan membawa koper yang biasa mereka bawa. Koper dan barang bawaannya akan di kirim secara terpisah. Ini merupakan kebijakan baru dikarenakan ada pembangunan di bandara sehingga barang bawaanya dikirim ke daerahnya masing-masing.

Dengan adanya pembangunan diembarkasi sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu. Dengan demikian pihak panitialah yang akan mengumpulkan dan memilih barang bawaan para jamaah. Dengan kebijakan tersebut pihaknya akan direpotkan karena harus memilih koper jamaah.

"Kami sih berharap seperti tahun sebelumnya. Barang-barang masuk ke embarkasi setelah itu jamaah memilih kopernya. Begitu datang ke Cianjur mereka sudah tidak harus mencari-cari koper masing-masing," harapnya.

Dengan demikian, lanjut Abdul Rauf pihaknya harus melakukan penjagaan ekstra. Karena jamaah dan keluargnya akan direpotkan untuk mencari koper miliknya.

Prihatin, Jumlah Penderita HIV/ AIDS Di Cianjur Makin Bertambah

Pasundanradio.com - Ironis kota yang berjuluk kota santri namun jumlah pengidap HIV/AIDS di Cianjur makin bertambah. Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur mencatat setiap tahunnya pengidap HIV / AIDS terus bertambah. Pengidap penyakit yang belum ada obatnya ini bervariasi mulai dari remaja hingga dewasa.

"Infomasi dari Dinas Kesehatan sejak masuk Januari 2016 hingga Agustus yang terkena virus HIV AIDS bertambah sebanyak 67- 69 orang. Dan kemungkinan akan terus bertambah seperti tahun lalu," kata Brian, selaku pengelola program KPA Kabupaten Cianjur.

Prediksi pertambahan jumlah penderita HIV/AIDS di 2016 ini memang beralasan mengingat masih menyisakan sekitar 4 bulan lagi. Seperti diketahui bahwa penderita HIV/AIDS di Cianjur sudah pada tahap memprihatinkan karena penderita sudah menyebar ke seluruh wilayah Cianjur.

Adapun penderitanya bukannhanya dari kalangan masyarakat pada umumnya. Tapi juga beberapa kalangan yang bisa dianggap orang yang mengerti. Menurut Bian, mereka dari kalangan tertentu kebanyakan diakibatkan dari pola hidup yang kurangf baik. Sehingga yang sebelumnya tidak mengidap penyakit tersebut jadi terkena dan menularkan ke orang lain termasuk pasangan mereka.

Sebelumnya Sekretaris KPA Cianjur, H Hilman mengatakan bahwa hampir tidak ada wilayah di Cianjur yang tidak terkena virus mematikan ini terlebih di wilayah Cianjur Utara. Jumlah yang paling banyak penderita HIV/AIDS ada di tiga wilayah antara lain kecamatan Cianjur, Pacet dan Cipanas.


Sedikitnya Di Cianjur Terdapat 362 Titik Rawan Bencana

Pasundanradio.com - Rangking pertama biasanya membuat kita merasa senang dan juga bangga. Namun tidak demikian halnya dengan predikat yang disandang Cianjur. Seringnya terjadi berbagai bencana di wilayah Kabupaten Cianjur membuat pihak Pusat memberikan predikat rangking pertama rawan bencana.

Berbagai macam bencana yang mengintai dan biasa melanda kabupaten Cianjur, antara lain longsor dan angin puting beliung. Selain itu juga wilayah Cianjur yang memiliki laut berpotensi terjadinya tsunami serta letusan gunung. Hal ini membuat warga merasa "was-was".

"Naiknya ranking dari semula ke 11 menjadi pertama bukan hal yang membanggakan tapi memilukan. Tapi kita telah mengetahui titik-titik mana saja yang merupakan wilayah rawan bencana," kata Dedi Heryana, selaku Kasubag Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur.

Dirinya menjelaskan bahwa di Cianjur terdapat 362 titik rawan bencana yang tersebar di seluruh Cianjur. Hal ini sudah terpetakan dalam buku yang disusun dalam Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD) Kabupaten Cianjur disetiap wilayah.

"Dalam buku tersebut, sudah terpetakan beberapa titik rawan bencana setiap wilayah, baik desa maupun kecamatan dengan kategori yang bervariatif mulai dari sedang sampai kategori tinggi. Untuk jenis-jenis bencananya meliputi longsor, angin puting beliung, tsunami, gempa bumi, juga gunung meletus," jelasnya.

Namun begitu diakuinya bahwa peristiwa bencana ada yang bisa diprediksi ada juga yang tidak, antara lain yang bisa diprediksi seperti dipesisir laut. Dimana air laut tiba-tiba surut sehingga ikan-ikan bergelimpangan. Sudah bisa diprediksi dalam waktu tidak lama itu akan terjadi tsunami.

“Beberapa bencana memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Tapi ada bencana yang bisa diprediksi, yaitu tsunami. Kalau ada gempa diatas 6,5 skala richter di dasar laut. Yang kedua, air laut tiba-tiba surut, bisa diprediksi tsunami akan datang,” ucapnya.

Kloter 18 Pulang Sabtu Ini

Pasundanradio.com - Setelah melakukan serangkaian ritual dalam berhaji, jamaah haji Cianjur akan kembali pada Sabtu ini. Hal ini disampaikan oleh Kasi keberangkatan haji dan umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, Abdul Rauf. Dia menjelaskan dalam minggu ini akan ada jamaah dari Cianjur yang kembali.

"Kloter 18 akan kembali nanti tanggal 24 bulan ini. Tapi tidak lengkap karena salah seorang jamaah wafat disana," jelasnya.

Seperti diketahui bahwa jumlah jamaah haji kloter 18 yang lebih dahulu berangkat berjumlah 444 orang. Adapun yang meninggal dikarenakan sakit. Yang bersangkutan bernama Aceng bin Haji Nurdin (56) asal kecamatan Karang Tengah. Namun begitu jamaah lainnya saat ini dalam kondisi sehat.

Sementara itu Mamat, selaku staff keberangkatan haji dan umroh Kabupaten Cianjur mengatakan jamaah yang wafat biasanya langsung dimakamkan di Mala yang merupakan pemakanan jamaah haji. Meski demikian jamaah lainnya dalam kondisi sehat. Untuk cuaca di Mekkah berkisar antara 37 - 47 derajat celsius.

"Karena disana cuacanya lebih panas maka sebelum berangkat kita himbau kepada para jamaah untuk lebih banyak minum," kata Mamat.

Satu Orang Meninggal Tertimbun Longsor

Pasundanradio.com - Satu orang meninggal dalam kejadian longsor yang terjadi di kampung Cihurang Rt.05/07, Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas, Rabu (14/9). Korban adalah istri dari Iip, salah seorang pegawai Kebun Raya Cibodas. Da meninggal karena tertimbun longsoran tanah yang menimpa rumah dinas yang ditempati.

"Hujan yang turun sejak sore hingga malam mengakibatkan longsor dikawasan itu. Satu rumah yang dihuni oleh Iip petugas kebun raya Cibodas beserta istrinya. Namun saat longsor istrinya tidak bisa menyelamatkan diri dan terkena longsoran," kata Asep Suparman, selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur.

Meski Iip selamat dari longsor namun dia harus dibawa ke rumah sakit Cimacan karena mengalami luka-luka di tubuhnya. Pihak BPBD langsung melakukan upaya dengan memberikan bantuan berupa logistik selimut dan lain-lain termasuk kebutuhan lainnya. Dijelaskannya bahwa tidak ada korban lainnya dalam kejadian tersebut.

"Tim juga melakukan inventarisir apasaja yang dibutuhkan dan selanjutnya dipasok ke lokasi," jelas Asep.