sponsor

sponsor

Slider

DEDENGKOT

WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

PNS Harus Melayani Masyarakat Secara Profesional

Pasundanradio.com - Sebanyak 1.143 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur, diambil sumpah oleh Buipati, Tjetjep Muchtar Soleh, Kamis (4/2). Pengambilan sumpah PNS yang berlangsung di Gedung Assakinah, disaksikan para pejabat dilingkungan Pemkab Cianjur

Dalam sambutannya Bupati menyoroti tentang kualitas dan juga profesionalitas PNS dalam menjalankan tugas. “Penyelenggaraan pemerintahan yang baik, sangat ditentukan oleh kualitas dan kemampuan birokrasi. Sebagai pemberi bentuk kebijakan publik harus mampu mengimplementasikan kebijakan publik serta professional," ucapnya.

Ditambahkannya seorang PNS haruslah memiliki kemampuan dalam mewujudkan pelayanan masyarakat dengan cepat, profesional, berkualitas, dan tidak diskriminatif. PNS juga diharapkan senantiasa berorientasi pada peningkatan kinerja dan sekaligus meningkatkan pemberdayaan potensi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, mengatakan, tujuan kegiatan tersebut adalah dalam rangka membina Pegawai Negeri Sipil yang bersih, jujur, dan sadar akan tanggungjawabnya.

Adapun jumlah Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan diambil sumpahnya sebanyak 1.143 orang terdiri dari Golongan I dan II 417 orang, golongan III 726 orang.  ( f )

Sopir Pickup Ditembak Orang Tidak Dikenal

Pasundanradio.com – Ramdani (44) sopir yang sedang mengendarai mobil pickup harus merasakan timah panas yang ditembakkan oleh seseorang yang tidak dikenal, Selasa (2/2). Beruntung tembakan itu hanya mengenai belikat dan menyebabkan goresan dibagian tubuhnya.

Peristiwa itu terjadi saat dirinya berada di Ciloto, tepatnya didepan Hotel Metro Puncak, salah seorang yang berada di kendaraan lain melepaskan tembakan sekitar pukul 12.00 WIB. Diduga penembakan ini dari hal sepele yaitu kendaraan yang saling salip.

Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu, membenarkan hal itu. Dijelaskannya pelaku penembakan tersebut diketahui menggunakan kendaraan jenis Avanza dengan nopol DA 64 DU. Namun setelah dilacak nopol itu ternyata palsu. Keduanya bedasal dari arah Bogor menuju Cianjur.

"Aksi penembakan diduga dilatar belakangi aksi saling salip kendaraan. Keduanya berasal dari arah Bogor menuju Cianjur. Ketika berada di depan Hotel Bukit Indah, Avanza itu disalip oleh pick up dan terjadilah penembakan," ucapnya.

Setelah kejadian itu polisi langsung mendatangi tempat kejadian untuk menyelidikinya. "Kami langsung melakukan operasi di jalur itu untuk mencari pelakunya tapi pelaku berhasil melarikan diri," tuturnya. (f)

Pemberian Ijin Iklan Rokok Hal Yang Ngaco

Pasundanradio.com - Hanya berselang satu tahun, kini pemerintah kabupaten Cianjur akan mengijinkan iklan rokok kembali dipasang di Canjur. Pemkab Cianjur berdalih untuk meningkatkan pajak dari iklan rokok yang mengalami penurunan terhadap pendapatan aali daerah (PAD).

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin, belum lama ini. Menurutnya pemberian ijin ini untuk meningkatkan kembali PAD yang sempat merosot tahun lalu. "Larangan pemasangan reklame rokok membuat PAD pajak dari reklame menurun drastis. Jadi kami akan kembali mengizinkan," kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin.

Setelah tahun lalu pemasangan iklan rokok dilarang kini pemkab memberikan "kebebasan" terhadap rokok untuk kembali dipasang. Mungkin sangat aneh karena kita tahu bahwa rokok merupakan pembunuh manusia. Dengan pemberian ijin iklan rokok tersebut akan banyak lagi warga yang "menderita" karena racun baik yang sihisap mauipun yang dikeluarkan.

Oting berkilah dengan adanya larangan iklan rokok  tahun lalu bahwa PAD tahun mengalami penurunan lebih dari 50 persen. "Adanya larangan iklan rokok di Cianjur, pendapatan asli dari pajak reklame tahun lalu hanya Rp1 miliar dari target Rp4 miliar," tuturnya.

Sementara itu Lina, salah seorang ibu rumah tangga yang merupakan warga Jalan Pangeran Hidayatulloh, menuturkan bahwa ini merupakan kemunduran. Betapa tidak, lanjutnya, kalau ini dilaksanakan maka akan banyak lagi warga yang baik dewasa, remaja maupun anak-anak yang mengisapnya.

"Jangan katena PAD turun menghalalkan segala cara termasuk mengijinkan kembali iklan rokok dipasang. Ini kan suatu kemunduran karena sesuatu yang tidak ada manfaatnya sama sekali bagi masyarakat justru didukung. Malah memberikan contoh yang tidak baik bagi remaja dan anak-anak. Inikan ngaco," tegasnya.

Dirinya berharap pemerintah kabuipaten mencari solusi lain untuk meningkatkan PAD. Jangan sampai banyak korban khususnya generasi penerus dicekoki hal yang tidak bermanfaat. "Saya yakin masih ada sumber-sumber lain yang bisa meningkatkan PAD, asal pihak Pemkab mau berusaha. Jangan mengambil jalan pintas dengan mengijinkan hal yang negatif. Karena itu merugikan banyak masyarakat," jelasnya. (f)

Inilah Tiga Kecamatan Terbaik Kelola Raskin

Pasundanradio.com - Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan pada keluarga miskin salah satunya yaitu dengan adanya program penyediaan beras (Raskin). Ini diharapkan mampu menjangkau keluarga rumah tangga sasaran (RTS).

Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran RTS melalui pemenuhan kebutuhan pokok hak dasar masyarakat. "Program Raskin juga merupakan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan yang bersinergi dengan program pembangunan lainnya, seperti peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan," kata Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, saat menggelar louncing dan sosialisasi Raskin/Rastra di halaman Pendopo Cianjur.

Sementara itu Kepala Ketahanan Pangan Pemkab Cianjur, Yanto Hartono, mengatakan tujuan digelarnya acara tersebut, untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang kesiapan Pemkab Cianjur dalam melaksanakan program Raskin/Rastra 2016.

Dijelaskannya Kecamatan yang masuk dalam kategori terbaik dalam pengelolaan beras masyarakat miskin (Raskin) yaitu Takokak. Selain itu juga Kecamtan Pasirkuda berada diposisi ke dua dan Kecamtan Gekbrong diposisi ke tiga. (f)

Minimarket Menjamur Indikasi Pelanggaran Perda

Pasundanradio.com - Jumlah minimarket di Kabupaten Cianjur makin hari makin bertambah. Semakin bertambahnya pasar modern ini seakan tidak terkendali. Meski sudah ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang jarak satu dengan yang lainnya namun pada kenyataannya hal itu tidak dihiraukan.

"Saya lihat minimarket di Cianjur saat ini bukan saja menjamur tapi sangat menjamur dan ini berbahaya. Bukan hanya di tingkat Kecamatan saja bahkan diwilayah desa yang paling jauhpun masuk juga. Ini terindikasi ada apa," ucap Isnaeni, selaku anggota DPRD Kabupaten Cianjur.

Dirinya mempertanyakan kebijakan yang diambil oleh pihak terkait dalam hal ini Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kabupaten Cianjur dianggap tidak serius dalam menjalankan Peraturan Daerah tentang pendirian minimarket. 

Dirinya mensinyalir banyak pelanggaran terhadap Perda  yang dilakukan oleh pihak terkait dan juga minimarket. Padahal dengan banyaknya minimarket di Cianjur bisa mematikan usaha kecil seperti warung. Pihaknya menduga banyak minimarket yang tidak berijin beroperasi di Cianjur. 

"Dinas Perizinan Kabupaten Cianjur harus segera melakukan penertiban terhadap minimarket sebut saja indomart, alfamart ataupun sejenisnya, yang sekarang ini terindikasi justru telah melanggar Perda tentang ijin berdirinya minimarket," jelasnya. (f)

Pengelola Khawatirkan Situs Gunung Padang

Pasundanradio.com - Pengelola situs Gunung Padang merasa khawatir dengan pengunjung yang selaku bertambah. Pasalnya diantara para pengunjung ada yang belum mengetahui bagian-bagian mana yang boleh di kunjungi. Hal ini lambat laun dapat mengakibatkan rusaknya cagar budaya itu.

"Kalau kita setuju tidak setuju dengan banyaknya pengunjung yang datang ke situs. Kalau kita perhatikan banyak hal-hal yang dilanggar oleh para pengunjung. Karena mungkin belum ada batas pengunjung dengan peninggalan cagar budaya," kata Zenal, salah seorang pengelola situs Gunung Padang.

Situs Gunung Padang yang berada di Kecamatan Karyamukti, Cianjur, terus mengalami peningkatan pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Mereka sangat menikmati ketika barada di atas kawasan situs tersebut. 

Menurut Zenal, dalam sebulan bisa mencapai lebih dari 10 ribu pengunjung. Dari jumlah tersebut sekitar 19 persennya merupakan warga asing. "Penerapan untuk larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan di Gunung Padang, dengan adanya pemasangan papan informasi yang diterapkan di setiap tahapan situs yang mana  setiap teras dipantau oleh 3-4 orang," jelasnya.

Untuk menerapkan kedisiplinan bagi para pengunjung tersebut tentunya banyak pemikiran dan pekerjaan yang harus dilakukan secara serius. "Ini merupakan hal yang harus dipikirkan bersama untuk menjaga dan melestarikan situs," ucapnya. (f)

Dapat Bantuan Pasar Cipanas Tidak Perlu Lagi Nyewa

Pasundanradio.com - Pihak pasar Cipanas saat ini tidak perlu bingung lagi dengan masalah angkutan sampah yang biasa menumpuk. Pasalnya mereka sudah memiliki 1 unit truk yang setiap waktu bisa dioperasikan. Truk yang merupakan bantuan dari pihak provinsi sudah bisa tersedia dan dapat dioperasikan.

"Truk itu memang bantuan dari Gubernur, yang diajukan sekitar setengan tahun lalu dan bisa digunakan sekarang. Ya sangat membantu kami dari pihak pasar," kata Kepala Pasar Cipanas Kusmiaji melalui Sub Bagian Tata Usaha Pasar Cipanas, A. Suganda.

Menururtnya selama ini pihaknya selalu mengeluarkan sejumlah uang yang cukup besar untuk mengangkut sampah pasar menuju tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Pasir Sembung Cianjur. Setiap bulan pihaknya harus mengeluarkan uang yang besar untuk operasional truk pengangkut sampah.

"Kami biasanya mengeluarkan uang sebesar Rp7.5 juta per bulan untuk mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir yang berada di Pasir Sembung Cianjur," tuturnya.

Dengan adanya truk bantuan ini pihaknya besyukur dan diharapkan biaya operasionalnya dapat berkurang. "Ya kami belum tahu apakah biaya operasionalnya dapat berkurang ataukah malah jadi lebih besar. Tapi kami berharap dengan adanya truk bantuan ini, biaya operasionalnya dapat dikurangi," ucapnya. (f)