Slider

DEDENGKOT

WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

PT. Aurora Pecat 20 Karyawan, Padahal Mereka Telah Setor Uang Jutaan Rupiah Untuk Masuk

Pasundanradio.com - Sebanyak 20 karyawan PT. Aurora dipecat perusahaan, tanpa alasan yang jelas, Jum'at (19/12/14). Perusahaan beralasan mereka yang dipecat sudah habis kontrak. Padahal sejak awal mereka tidak pernah merasa menandatangani surat kontrak apapun. Diantaranya ada yang telah 2 tahun bekerja dan untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut mereka diharuskan memberikan uang jutaan rupian per orang.

Mereka masuk kerja ke PT. Aurora dengan terlebih dahulu harus menyetorkan uang sebesar Rp2.5 juta, oleh pihak personalia perusahaan tersebut. "Teman saya bilang bahwa, saya (temannya.red) dikeluarkan dengan tanpa kontrak yang jelas. Dan ternyata bukan hanya dirinya tapi beberapa orang di bagian lain juga ada yang seperti itu." Demikian yang dikatakan oleh keta SPSI PT. Aurora, Mohammad Anjarudin dan biasa dipanggil Jojo.

Jojo menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan mediasi dengan pimpinan perusahaan, dan berjanji akan mempekerjakan kembali. "Tadi sudah ada mediasi dengan Direktur Utama yaitu Mr. Hong, dan beliau mengatakan bahwa jangan takut kalau memang benar kalian masuk kesini pakai uang, ke siapa diberikannya dan kalian tidak akan dikeluarkan," tambahnya.

Dirinya juga akan membantu teman-temannya termasuk yang sekarang belum berani secara terbuka bercerita untuk bisa bekerja kembali. "Belum terdata semua, namun yang berani bilang hanya 12 orang. Diperkirakan ada puluhan korban yang diperas dan selama mereka benar, saya akan perjuangkan mereka untuk bisa bekerja kembali," kata Jojo.

Sementara itu Tatang (24) salah satu karyawan yang dipecat mengatakan bahwa selama bekerja dirinya belum pernah di sodorkan surat apun. "Saya menyerahkan uang ke perusahaan dulu tapi kapan waktunya saya lupa. Selama dua tahun kerja, belum pernah tandatangani surat kontrak apapun," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut dirinya berharap bisa bekerja kembali. "Ya mudah-mudahan bisa membaik dan tidak ada yang pake uang lagi yang masuk ke sini," tuturnya. (FI/http://cianjurkuinfo.blogspot.com/2014/12/pt-aurora-pecat-20-karyawan-padahal.html)

Dinas Pertanian Himbau Masyarakat Tanam Secara Bersamaan

Pasundanradio.com - Kesadaran petani untuk melakukan penanaman padi secara serentak dinilai masih kurang, sehingga resiko terserang hama sangat tinggi. Selama ini masih banyak dari para petani yang menanam pada waktu yang berbeda. Pola pikir petani untuk mengembangkan atau meningkatkan produksi padi masih rendah dan bersifat tradisional.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur menghimbau petani di Kabupaten Cianjur agar menanam padi secara serentak untuk mengantisipasi hama. "Jika petani melakukan penanaman padi secara serentak tentu hama tikus, wereng dan lainnya akan berkurang, sehingga produksi pada musim tanam pertama ini bisa meningkat." Demikian yang dikatakan oleh Kepala Sub Bagian Program Dinas Pertanian Cianjur, Enan Laksana, Jum'at (19/12/14).

Petani di sejumlah wilayah Cianjur sudah memulai menanam untuk masa tanam pertama yang memang sudah dimulai sejak beberapa minggu terakhir. Secara rutin, melalui tenaga penyuluh di lapangan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas petani untuk memanfaatkan program-program dari pemerintah seperti menggunakan teknologi tepat guna, bibit unggul dan lainnya.

Sementara itu, para petani di wilayah Sukaluyu mewaspadai serangan hama wereng, dimana pada musim tanam pertama ini bertepatan dengan musim hujan dan berpotensi timbulnya hama yang merusak pada tanaman. "Di musim penghujan perkembangan hama wereng sangat cepat, karena cuaca lebih lembab. Sehingga harus diantisipasi lebih awal." kata Jajang, salah seorang petani setempat. (FI/http://cianjurkuinfo.blogspot.com/2014/12/dinas-pertanian-himbau-masyarakat-tanam.html)

Satpol PP : Galian C di Sukaluyu Telah Miliki Ijin Resmi. PSDAP : Kami Tidak Akan Pernah Terbitkan Ijin Untuk Galian C di Sukaluyu

Pasundanradio.com - Aktifitas penambangan selalu menyisakan permasalahan bagi warga sekitar dan juga warga lain yang dilalui kendaraan truk pengangkut pasir. Tidak jarang mereka mengeluhkan dampak lingkungan baik longsor maupun kerusakan jalan. Belum lagi ijin yang harus ditempuh oleh pengusaha tambang tersebut baik ke Pemkab maupun warga.


Terkait dengan penambangan pasir di Kecamatan Sukaluyu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, memberikan penegasan bahwa aktifitas penambangan pasir di kawasan tersebut telah berijin resmi. Dikatakannnya bahwa ijin tersebut dikeluarkan oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur.



"Ijinnya ada dari PSDAP, biasanya kalau memang tidak ada ijin, pihak PSDAP mengirimkan surat kepada Pol PP untuk dilakukan penertiban." Demikian yang dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, 

kata Tohari, beberapa waktu lalu.


Ditambahkan Tohari, masalah penolakan dari warga terhadap kegiatan penambangan di Sukaluyu telah ada kesepakatan antara warga dan pengusaha tambang pasir. "Penolakan warga kemarin, sudah ada kesepakatan dan pengusaha telah menyanggupi untuk memberikan kompensasi," tambahnya.



Disisi lain, Kepala Dinas PSDAP Kabupaten Cianjur, Doddy Permadi, menegaskan, pihaknya tidak pernah menerbitkan Izin Usaha Penambangan (IUP) galian C di Kecamatan Sukaluyu. "Kami tidak pernah menerbitkan ijin itu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cianjur nomor 24 tahun 2012 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral khususnya mengenai luasan lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi penambangan galian C," tegasnya.



Doddy mengungkapkan, jika pihak pengusaha ingin melakukan penambangan dengan luas lahan kurang dari 2 hektar itu akan kita perbolehkan, hanya saja untuk teknis penambangannya tidak boleh menggunakan alat berat, tapi harus menggunakan sistem manual atau tradisional. "Mungkin pengusaha tambang itu hanya mengantongi rekomendasi dari Satpol PP Cianjur saja, dan surat rekomendasi yang diterbitkan Satpol PP tidak bisa menjadi dasar atau legalitas untuk melakukan penambangan pasir," tambah Doddy.



Pihaknya tetap tidak akan mengeluarkan atau menerbitkan izin. Jika pihaknya tetap menerbitkan ijin, hal ini jelas telah menyalahi aturan karena tidak sesuai Perda, terkecuali pihak pengusaha mampu menambah luas lahan lokasi penambangannya. (FI/http://cianjurkuinfo.blogspot.com/2014/12/satpol-pp-galian-c-di-sukaluyu-telah.html)

Pejabat Cianjur Kaget, BNN Sidak Ketika Sedang Rapat

Pasundanradio.com - Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Cianjur, melakukan sidak ke kantor Pemkab Cianjur, Kamis (18/12/14). Kedatangan mereka tiada lain yaitu untuk mengecek apakah para pejabat dilingkungan Pemkab Cianjur ada yang terindikasi menggunakan narkoba atau tidak.

Kehadiran BNN Kabupaten Cianjur di ke kantor Pemkab dilakukan ditengah para pejabat sedang mengadakan rapat. "Ini sidak dan suasananya memang agak sedikit kaget juga, mereka sepertinya bertanya-tanya ada apa BNN masuk." Demikian yang dikatakan oleh kepala BNN Kabupaten Cianjur, Hendrik, Kamis (18/12/14).

Diantara para pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur tidak semua melakukanannya. Ketidak hadiran itu karena mereka tidak ikut rapat. "Hampir semua pejabat hadir, yang tidak hadir yaitu kepala BPBD dan Bapeda," tambah Hendrik. Test urine ini merupakan permintaan dari Bupati dimana ada rapat dan harus dites urine.

Ketika ditanya apakah hasil test urine ini akan di publikasikan, BNN menjawab bahwa akan disampaikan ke pejabatnya. "Dari pengamatan kita tidak ada pejabat yang terindikasi. Tapi kita belum tahu, karena hasil tesnya belum keluar. Ya kita akan informasikan kepada yang bersangkutan," ujarnya. (FI/http://cianjurkuinfo.blogspot.com/2014/12/pejabat-cianjur-kaget-bnn-sidak-ketika.html)

Pengadilan Negeri Cianjur Tolak Eksepsi, 3 Warga Tetap Di Tahan

Pasundanradio.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBHC) merasa kecewa karena eksepsi terkait penahanan 3 orang warga Cimacan tidak diterima. Menurunya ke 3 orang tersebut jelas tidak bersalah dan harusnya dibebaskan.

Ke tiga orang yang ditahan tersebut dituduh memukul orang suruhan dari PT. Alam Sutra yang telah menutup jalan desa dan merupakan jalan umum. "Kami merasa kecewa dengan penahanan ini. Karena pihak kepolisian pun tidak melakukan penahanan namun oleh pihak pengadilan justru dilakukan penahanan." Demikian yang dikatakan oleh O. Suhendra, SH, selaku ketua penasehat hukum warga Cimacan, ketika ditemui di pintu ruang sidang Cakra.

Penasehat hukum yang terdiri dari 13 orang  meminta kepada majelis hakim untuk dilakukan penahanan luar. "Ini berdasarkan kemanusian dan pertimbangan sosial mengabulkan permintaan, dimana berdasarkan bukti, mereka yang ditahan memang tidak bersalah," tambahnya.

Pada persidangan berikutnya penasehat hukum akan mendengarkan tanggapan dari jaksa. Pihaknya berharap pada sidang selanjutnya yang akan berlangsung pada Senin (22/12/14) permohonannya dapat dikabulkan. 

Adapun kasus ini terjadi bermula dari penutupan jalan desa di kampung Lemah Duhur Desa Cimacan Kabupaten Cianjur ditutup tanpa alasan oleh PT. Alam Sutra. Dari kejadian tersebut warga sekitar yang sejak tahun 1951 menggunakan jalan tersebut mencoba membuka kembali namun terjadi perselisihan dengan pihak PT. Alam Sutra dengan berbuntut penahanan 3 warga. (FI/ http://cianjurkuinfo.blogspot.com)

Ratusan Warga Cimacan Demo Pengadilan Negeri Cianjur

Pasundanradio.com - Ratusan warga desa Cimacan, mendatangi pengadilan negeri (PN) Cianjur, di jalan DR. Muwardi No. 174 (bypass), Kamis (18/12/14). Kedatangan mereka menuntut 3 orang warga kampung Lemah Duhur Desa Cimacan Kabupaten Cianjur untuk segera dibebaskan. Ke tiga orang tersebut antara lain Jajang Nuryana (36), Nanang (39) dan Engkos (54) ditahan oleh Pengadilan Negeri Cianjur.

Didepan kantor Pengadilan Negeri, ratusan massa tersebut membawa atribut yang bertuliskan "Bebaskan 3 warga yang tidak bersalah" dan juga yang lainnya, menuntut pembebasan warga desa Lemah Duhur yang telah ditahan oleh Pengadilan Negeri selama sekitar 1 bulan. "Kami meminta untuk membebaskan ketiga teman-teman kami yang telah ditahan sekitar sebulan lalu." Demikian yang dikatakan oleh Edi, salah seorang pendemo dan merupakan warga Cimacan.

Hal senada juga dikatakan oleh Uci Sopandi. Dirinya mengatakan bahwa ketiga orang yang ditahan tersebut tidak bersalah. "Mereka adalah orang yang justru membela warga lainnya dimana mereka akan membuka jalan yang di tutup oleh PT. Alam Sutra," jelasnya.

Adapun kasus tersebut bermula dari penutupan jalan desa Lemah Duhur Cimacan oleh PT. Alam Sutra. Dimana warga yang sejak dulu melalui jalan tersebut tiba-tiba ditutup tanpa sebab. Akibatnya warga yang mencoba untuk membuka kembali dan terjadilah perselisihan dengan pihak PT. Alam Sutra. (FI/ http://cianjurkuinfo.blogspot.com)

Polsek Sukaluyu Grebeg Rumah Simpan Ribuan Botol Miras Dari Sukabumi

Pasundanradio.com - Kepolisian Sektor Sukaluyu Cianjur, menggerebeg sebuah rumah tempat penyimpanan minuman keras (Miras) di Kampung Bancey RT 02/06, Desa Tanjung Sari Kecamatan Sukaluyu, Rabu (17/12/14). Dari tempat tersebut polisi menyita ribuan botol miras berbagai merek yang akan di jual ke beberapa wilayah di Cianjur.

Penggerebegan tersebut dilakukan sekitar pukul 15.30 wib, dimana pemiliknya berinisial E (66), bertempat tinggal di kawasan Cipanas, Cianjur. "Kami mendapatkan keterangan bahwa miras tanpa ijin tersebut baru di beli dari PT. Artaboga Sukabumi yang di kirim dengan menggunakan kendaraan box." Demikian yang dikatakan oleh Kapolsek Sukaluyu, Akp. Achmad Suprijatna, Rabu (17/12/14).

Dari keterangan yang dihimpun, E yang berprofesi sebagai pedagang, menyimpan minuman haram tersebut di rumah milik anaknya yaitu Irpan (37). Berbekal keterangan tersebut, unit reskrim polsek Sukaluyu langsung memburu dan melakukan penggerebegan yang berlokasi di sebuah perkampungan terpencil.

Sebelumnya pelaku berencana akan mengedarkan miras di daerah Cipanas. Dari penggerebegan tersebut, polisi berhasil menyita sebanyak 1200 botol miras berbagai merek yang dimasukkan ke dalam 100 dus, antara lain jenis anggur merah sebanyak 300 botol, intisasi 600 botol dan AK sebanyak 300 botol. 

Saat ini pemilik dan saksi-saksi sedang dalam proses pemeriksaan Sat Reskrim Sukaluyu. Akibat perbuatan tersebut, pelaku akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring). (FI)