Slider

DEDENGKOT

WARTOS

INFO SELEB

MUSIK

TIPS

BUDAYA

PASUNDAN EVENT

Belum Terbitnya PKPU Berdampak Lambatnya Proses Agenda Pilkada

Pasundanradio.com - Terkait dengan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada Desember 2015, sampai saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur masih menunggu keluarnya Peraturan KPU (PKPU) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang akan memperjelas gerak KPU Cianjur dalam melakukan tahapan-tahapan pilkada.

Belum terbitnya PKPU dan Permendagri diakui KPU Cianjur cukup berdampak pada lambatnya agenda dan tahapan pilkada. "Ya pastinya berdampak dan sampai saat ini kita masih menunggu PKPU dan Permendagri, karena ini yang akan mengatur agenda dari proses pelaksanaan pilkada. Demikian yang dikatakan oleh Hilman Wahyudi, selaku anggota Komisioner Bidang Sosialiasi, KPU Cianjur, Rabu (4/3/15).

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan sejumlah persiapan diluar proses tahapan yang bertujuan untuk mempermudah proses pelaksanaan tahapan nanti. 

Sementara itu, Ketua KPU Cianjur, Anggy Shofia mengatakan bahwa, pihaknya terus melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Pemkab Cianjur dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada. Terlebih dengan besarnya anggaran yang akan diajukan ke Pemkab Cianjur dalam penyelenggaraan pilkada Desember nanti. "Kita telah melakukan rapat konsultasi dengan pihak pemkab dan mereka menyatakan telah siap dengan dana untuk penyelenggaraan pilkada nanti, namun hingga kini masih ada hal yang harus direvisi dengan rancangan anggaran yang kami ajukan," jelas Anggy. (FI)

Mahalnya Harga Gas 3kg Membuat Warga Sarampad Pakai Kayu Bakar

Pasundanradio.com - Sejumlah warga Desa Sarampad Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, terpaksa harus berjalan beberapa kilometer guna mencari kayu bakar sebagai alternatif untuk memasak. Ini dilakukan akibat mahalnya harga gas 3kg yang ada dipasaran.

Kayu bekas bangunan rumah atau pohon yang sudah kering, mereka kumpulkan dan dipikul sebagai bahan bakar memasak. "Ya buat masak di tungku karena kalau pake gas cepat habis. Apalagi harga gas sekarang mahal, sampai Rp23 ribu satu tabung." Demikian yang dikatakan oleh Oon (42) warga RT. 03/02, kampung Sarampad kecamatan Cugenang, Rabu (4/3/15).

Hal yang sama juga dikatakan oleh warga lainnya. Ana (55) yang juga warga yang sama mengaku bahwa kegiatan mencari kayu bakar dilakukan untuk meringankan kebutuhan di dapur. "Cari kayu bakar tiap hari, buat masak sehari-hari, kalau pakainya gas mah hanya sekali-kali saja, ucapnya.

Dengan beralaskan sandal capit dan cukup jauh mereka menyusuri kampung lainnya hanya untuk mendapatkan kayubakar. Mereka berharap ada upaya dari pemkab agar harga gas terjangka. "Apa ya, paling supaya harga gas ngga mahal saja paling," katanya. (FI)

Dirut PDAM Pastikan Ikut Dalam Pencalonan Bupati Cianjur

Pasundanradio.com - Dirut PDAM Cianjur, Herman Suherman memastikan dirinya maju dalam pencalonan bupati pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan digelar Desember 2015 ini. Kepastian ini disampaikan setelah dirinya dicalonkan oleh anggota korpri Cianjur.

Dirinya merasa siap untuk mengikuti pencalonan bupati setelah ada dorongan dari anggota korpri Cianjur. "Saya sebagai kader korpri kabupaten Cianjur dicalonkan untuk maju dalam pilkada 2015 ini dan saya siap." Demikian yang dikatakan oleh Herman Suherman, Selasa (3/3/15)

Dikatakannya juga bahwa pencalonan dirinya merupakan musyawarah antar anggota korpri se Kabupaten Cianjur. "Ini merupakan hasil kesepakatan dari korpri kabupaten Cianjur," tambahnya.

Ketika ditanya apakah dirinya sudah memilih calon pasangan sebagai wakil nantinya, sambil tersenyum Herman mengaku belum memilih siapa yang akan menjadi pendampingya. "Belum, saya belum ada bayangan, tunggu saja nanti," ucapnya.

Dirinya berharap seluruh anggota birokrat yang merupakan anggota korpri mendukung pencalonananya dimana nantinya akan membuat Cianjur lebih baik. "Saya akan melanjutkan kepemimpinan bupati sebelumnya dan membuat Cianjur lebih baik lagi," kata Herman. (FI)

BNN Kabupaten Cianjur Godok Puluhan Pelajar Sebagai Kader

Pasundanradio.com - Sebanyak 30 orang pelajar SMA di Cianjur dijadikan kader pelopor pelajar (KPP) anti narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur. Ini dilakukan karena prihatin dengan kondisi saat ini dimana penyalahgunaan dan peredaran narkoba kian marak hingga dikalangan pelajar.

Puluhan pelajar tersebut sebelumnya, diharuskan  mengikuti serangkaian tes, diantaranya tes urin. Selain itu mereka juga mengikuti seminar Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). 

"Kita akan menggodok para pelajar pilihan ini, untuk dijadikan kader pelopor pelajar dalam membantu BNNK Cianjur, untuk mensosialisasikan tentang bahayanya penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang kian marak hingga sampai ke lingkungan sekolah." Demikian yang dikatakan oleh Kepala BNNK Cianjur Hendrik melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) BNN Kabupaten Cianjur, Teddy Heri, beberapa hari lalu.

Teddy menyebutkan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba kian marak hingga kelingkungan sekolah-sekolah dan tentu saja mengancam khususnya para pelajar. "Mudah-mudahan setelah terbentuknya regenerasi KPP ini, semua permasalahan narkoba tersebut dapat teratasi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Ciranjang, Haruman Taufik berharap kepada para pelajar yang telah lulus test urine dan ikut seminar P4GN oleh pihak BNNK Cianjur agar dapat bekerjasama dalam membantu dalam memberantas narkoba di sekolah-sekolah. Selain itu juga diharapkan mereka dapat berprestasi.

"Berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, BNN Kabupaten Cianjur menunjuk SMA Negeri 1 Ciranjang untuk mengikuti Lomba Aksi Sekolah Bersih Narkoba (ASBN) se-Provinsi Jawa Barat mewakili Kabupaten Cianjur dan sampai ke tingkat Nasional," ucapnya. (FI)

Pemkab Dan Polres Cianjur Diminta Untuk Tingkatkan Pengamanan

Pasundanradio.com - Dengan maraknya aksi kejahatan termasuk begal motor yang akhir-akhir ini dirasa sangat meresahkan warga, termasuk masyarakat Cianjur. Seperti di beberapa daerah telah terjadi kejahatan dimana para pelaku tidak segan-segan melukai bahkan membunuh korban. Warga Cianjur meminta Pemkab dan juga pihak Polres Cianjur untuk lebih meningkatkan pengawasan dan juga pengamanan.

Isu tentang kelompok orang dari luar daerah yang menyeberang ke Jawa untuk melakukan aksi kejahatan bukan sekedar isu ataupun pesan berantai. Namun ini terjadi. Harus ada upaya antisipasi dari pihak kepolisian. "Kita tidak ingin kejadian yang sama menimpa kita atau saudara dan teman-teman. Kepolisian Cianjur harusnya mengambil langkah-langkah pengamanan untuk mengantisipasi jangan sampai kejadian serupa menimpa kota Cianjur." Demikian yang dikatakan Faton, salah seorang warga Joglo, (2/3/15).

Dirinya menambahkan bahwa upaya tersebut antara lain menambah lampu penerangan (PJU) di setiap kawasan yang minim, serta seringnya pihak kepolisian dalam melakukan patroli baik di dalam kota maupun di pinggiran. "Di beberapa daerah ada yang tidak ada lampunya itu kan ngundang kejahatan. Juga polisi mesti sering keliling apa lagi banyak club motor yang juga meresahkan," tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti, menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Cianjur, melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Cianjur untuk segera menambah fasilitas PJU di sejumlah titik yang dinilai minim penerangan. Pasalnya, tutur Dedy, kondisi jalan yang gelap cukup berpotensi terjadi aksi kejahatan. "Kondisi jalan yang gelap dapat dijadikan kesempatan para pelaku kejahatan melancarkan aksinya. Dan kita telah meminta untuk penambahan PJU," kata Dedy. (FI)

Industri Makin "Eksis", Lahan Pertanian Makin Terkikis

Pasundanradio.com - Kabupaten Cianjur sebagai salah satu penghasil beras di Jawa Barat mungkin lambat laun akan hilang. Ini seiring dengan pembangunan industri yang semakin gencar. Tengok saja di kawasan jalan raya Bandung-Cianjur (Karangtengah) dimana industi semakin "eksis". Meski hal positif bisa menyerap tenaga kerja namun baiknya dibarengi dengan adanya pencetakan sawah-sawah baru. Alih fungsi lahan di Kabupaten Cianjur masih belum ada kejelasan.

"DPRD Cianjur menurut saya tidak peka terhadap persoalan alih fungsi lahan. Seharusnya kan mereka melakukan inisiatif tentang alih fungsi lahan di Cianjur. Bahaya kalau pembangunan khususnya pabrik tidak dikendalikan." Demikian yang dikatakan oleh Direktur Institute Social Economic Development (Inside) Cianjur, Yusep Somantri, belum lama ini.

Dirinya menilai Perda kemandirian pangan dan lahan pangan pertanian berkelanjutan (LP2B) harus segera disyahkan untuk merevisi aturan yang tidak jelas, yaitu perbup tentang mekanisme pencetakan sawah baru yaitu perbup nomor 31 tahun 2011. "Sebelumnya mereka (DPRD Cianjur, red) yang bilang di ke media bahwa mereka telah mencetakan sawah baru yaitu di Cidaun dan Naringgul tapi pada kenyataannya mereka sendiri (Dewan, red) sendiri melakukan kunjungan ke Naringgul ternyata mereka mengakui bahwa sebenarnya sawah baru tersebut tidak ada samasekali," jelas Yusep.

Terkait dengan pencetakan sawah-sawah baru dianggap sia-sia karena tidak jelas, padahal aturannya ada. "Itu hanya akal-akalan mereka saja untuk menjerat uang pengusaha, tambahnya.

Merujuk pada peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2011, untuk mencetah sawah produktif harus diganti 2 kali lipat (sawah irigasi dan non irigasi) sebenarnya bisa dilakukan di tiap kecamatan dimana banyak lahan tidur yang tidak produktif. "Hal ini akan bahaya apabila tidak diatur dimana proteksi petani dan generasi petani akan hilang karena lahannya yang sudah hilang," ucapnya.

Sementara itu ketua dewan, Yadi Mulyadi mengatakan bahwa hal tersebut belum dibahas di tingkat dewan. "Untuk pandanwangi, perda nya telah dibuat bahkan pemkab Cianjur telah merencanakan dari 5 hektar baru 2 hektar yang sudah dibebaskan. Antara kemandirian pangan dan ketahanan pangan akan kita satu kan dan ini harus lebih detil lagi," katanya. (FI)

KPU Cianjur Prediksi 7 Pasang Yang Bakal Nyalon

Pasundanradio.com - Meski tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur masih beberapa bulan lagi, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Cianjur sudah melakukan persiapan. Pihak KPU juga memprediksi jumlah pasangan yang akan maju mencalonkan sebagai bupati tidak akan lebih dari 10 pasang.

Jumlah tersebut berdasarkan asumsi dari jumlah partai politik (parpol) yang kini ada di DPRD Kabupaten Cianjur. "Kemungkinan paling hanya 7 calon yang bakalan maju dalam pilkada nanti. Ini terkait dengan batas minimal yang diusung." Demikian yang dikatakan oleh Anggi Sofia, ketika ditemui di kantor KPU, beberapa hari lalu.

Dilihat dari persyaratan pencalonan, jumlah ini memang beralasan karena tidak semua partai mencukupi. "Jumlah minimal yaitu 20 persen, dan untuk partai yang tidak mencukjupi jumlah tersebut harus melakukan koalisi, dari situ kita bisa perkirakan sekitar tiga atau empat calon lainnya diusung dari independen," tambahnya.

Namun begitu jumlah itu tidak lantas menjadi patokan. Karena, hingga kini masih belum ada calon yang datang ke KPU. "Belum ada, baik dari calon maupun tim suksesnya. Jadi kita masih menanti siapa saja yang akan resmi ikut dalam pesta demokrasi ini," kata Anggi. (FI)